Misteri Jembatan Panus Depok

Misteri Jembatan Panus Depok

Misteri Jembatan Panus Depok

ANGIN malam yang dingin nampaknya telah tidak ulang dapat mengalihkan perhatian saya berasal dari Furi Harun, perempuan indigo yang tengah bertemu Stefanus si hantu pembuat jembatan. Stefanus merupakan pria Belanda yang diekspresikan punyai tinggi badan 189 cm dengan perkiraan umur 43 tahun.

Sambil berbincang dengan kami, matanya tetap lihat tajam ke arah sebuah pohon tinggi di sisi jembatan, area Stefanus biasa berdiam. Menurut Furi, Stefanus mampir dengan dengan anjing kesayangnya. Furi pun tidak sendiri, di lengan kirinya boneka chika, yang merupakan boneka kuman thong, setia menemani dia.
Bandar Taruhan
“Terima kasih,” kata Furi menyita nafas, lalu melanjutkan “Dia mengucapkan terima kasih karena pada akhirnya ada yang mampir untuk memberikan cerita yang real perihal dia. Enggak membawa dampak keributan, supaya kekuatan negatif lain menyingkir,” ucap Furi tanpa melepas tatapannya.

Furi ulang menjelaskan, anjing putih kesayangan Stefanus itu menjemput ajal 6 jam sehabis Stefanus ditembak, tapi penyebab kematiannya berlainan dengan Stefanus. Furi pun diam sejenak. “Namanya Heli anjing putihnya,” paham Furi.

Tapi, yang membawa dampak Stefanus sendiri bingung adalah kenapa istrinya turut bunuh diri dua hari sehabis dia meninggal. Meski begitu, dia tidak menyalahkan siapa pun, menurut Furi, Stefanus percaya bahwa yang menimpa mereka adalah nasib yang mesti mereka jalani. Saat ini, mereka pun tetap betah berada di jembatan tersebut.

Tapi, lanjut Furi, Stefanus mengungkapkan kekesalannya terhadap orang-orang yang kerap melenyapkan kelapa, karena itu pada akhirnya jadi kekuatan yang negatif. Saya tak ingat sejak kapan menghambat nafas, saya amat fokus mendengar cerita Furi, yang tak dulu melepas pandangannya berasal dari arah pohon.

Tapi kata-kata sesudah itu ulang memaksa saya menghambat nafas. Furi bercerita bahwa ada moment mutilasi tujuh tahun yang lalu ada yang dimutilasi dan dibuang di sini. Saya pun berupaya mengali-gali ingatan saya terhadap moment 7 tahun lalu.

Ya, di 2012 sebenarnya sempat ada dua orang berbaju hitam melenyapkan karung goni, berasal dari karung selanjutnya menetes bercak darah yang tersisa di jalanan dan pagar jembatan. Memang terhadap pada akhirnya polisi tidak dulu menemukan isikan karung selanjutnya karena hilang dibawa derasnya arus. Tapi, penelitian uji laboratorium membuktikan bahwa bercak darah selanjutnya adalah darah manusia.

Rasanya inginkan saya nimbrung omongan selanjutnya dan menanyakan soal korban mutilasi tersebut. Tapi tenggorokan saya jadi tercekat, dan membawa dampak saya hanya menggumam sendiri saja. Padahal, menurut Furi banyak “warga” di situ tidak dulu menggangu sekitarnya, mereka hanya tinggal di sana.

Lantas, siapa warga itu? Sekali lagi.. tanpa mesti saya bertanya, Furi nampaknya dapat membaca asumsi saya. Warga di sana adalah mereka yang meninggal saat membangun jembatan tersebut. Menurut Stefanus, jembatan itu sebenarnya dibikin untuk masyarakat Indonesia, hanya saja peralatan yang belum lumayan membawa dampak potensi kecelakaan kerja meningkat.

“Itu membawa dampak banyak sekali rakyat yang meninggal karena memikul barang amat berat. Seperti ngambil batu, supaya leher hampir putus,” ucap Furi seperti mengulangi pesan Stefanus.

Bagimana tidak, jembatan selanjutnya ternyata hanya dibikin berasal dari media putih telur dan tanah. Menitip uang berkutang, menitip kata bertambah, barangkali inilah yang berjalan terhadap kisah jembatan Panus. Rumor yang beredar tambah pembangunan Jembatan Panus mesti menumbalkan kepala.

Dengan tenang Furi pun terus mengisahkan alasan stefanus tetap merawat area ini, tidak lain karena dia amat berterima kasih terhadap rakyat zaman dulu yang telah menolong membangun jembatan ini. Sayangnya, rumor yang menempel di Jembatan Panus ini seakan negatif karena banyak kejadian bunuh diri dan pembunuhan yang pada akhirnya mengotori jembatan.

Furi tiba-tiba terdiam lumayan lama, dia keluar tengah mencermati dengan seksama apa pesan Stefanus selanjutnya.

“Dia inginkan dikunjungi hari Kamis pukul 11 siang, karena itu adalah jam dia ditembak. Atau kalau mau hari Sabtu jam 11 siang karena itu saat istrinya lompat ke basic jembatan. dia amat welcome,” ungkap Furi memberikan pesan Stefanus.

Cerita Furi sebenarnya lumayan membawa dampak kita tenang, karena percaya dia bukan hantu saja. Hanya saja, tiba-tiba dia menyebut. “Dia senang sama keliru seorang laki-laki di sini, karena sebenarnya punyai obyek inginkan menguak fakta, bukan hanya karena pekerjaan,” ucapan Furi itu pun membawa dampak saya diam, takut, senang, risau bercampur jadi satu.

“Yang mana, di sini banyak laki-lakinya,” lanjut Furi lihat beberapa kru. Saya pun turut lihat teman-teman lainnya dengan perasaan bertanya-tanya, barangkali mereka pun sama bingungnya dengan kami.

Furi yang lihat pun sedikit tertawa. Kata-kata dia sesudah itu sebenarnya sepertinya di luar skenario awal kami. “Ada yang mau dijadiin mediator?,” kata Furi sambil tersenyum.

Kami yang tidak siap pada akhirnya diam saja, tidak ada satu pun yang mengajukan diri. Saya pun tidak terfikir tubuh saya dimasuki oleh roh lain. Akhirnya Furi pun menggagalkan acara mediasi tersebut. “Just let it flow ya,” tutur dia.

Furi pun memberi pengertian ke kami, biarpun tengah gerimis tapi ini adalah best moment spirit inginkan memberikan sesuatu, dan inilah yang dia maknai berasal dari ghost hunting. “Apa sih arti ghost hunting? Apa mesti buat keribuatan, gaduh, heboh lalu kita pergi? Kalau menurut saya sih enggak,” katanya.

Di tengah penjelasannya itu, tiba-tiba Furi berhenti lantaran ada keliru satu kru Okezone yang mual. Dia pun mencegah dari ke ujung jembatan untuk hindari kekuatan negatif. Furi pun melanjutkan penjelasannya yang sempat terpotong. “Jadi sehabis bertemu, ada sebuah pesan yang mesti dirilis, supaya jadi berita yang benar,” katanya.

Perempuan ini melanjutkan, sebenarnya saat mampir ke Indonesia Belanda banyak sekali menyakiti rakyat Indonesia. Tetapi dia berupaya saat membangun jembatan ini, dia membangunnya dengan hati. “Meskipun dalam jangka saat yang lama…” tiba-tiba Furi menengok ke bawah seakan kakinya digigit serangga.

Saya pun lihat ke arah kaki Furi, sebenarnya dia hanya mengenakan celana cuman lutut. Mungkin digigit nyamuk pikir saya, sayangnya dugaan saya meleset 100 persen. “Kok ada kepala ya, oke,” kata Furi sambil lihat ke bawah seakan menyuruh kepala itu pergi.

Saya yang tadinya telah jadi mengantuk, karena jadi jadi nyaman tiba-tiba segara kala Furi berkata seperti itu. Jantung saya pun berdesir, udara dingin ulang saya rasakan semakin menusuk. Saya lihat Furi yang memblakangi kamera, seakan mencari ke mana kepala itu hilang.

“Mungkin tadi ada yang nanya ya, mbak Furi ngelihat kepala enggak, trus saya bilang enggak, trus dia beneran muncul. Ada yang lihat ga sih?,” tanyanya ke kami. Saya hanya menggeleng pelan sambil mencoba mencerna apa yang telah terjadi. “Gw jadi kayak kekhawatiran sendiri jadinya,” lanjut Furi.

Selang beberapa detik, Furi ulang memblakangi kamera, dia pun seakan menegur kepala yang inginkan turut tampil itu. “Oke anda ada, tapi nanti ya ceritanya,” katanya berbincang dengan kepala tersebut.

Setelah menyita nafas, Furi pun ulang melanjutkan kisah pembangunan jembatan tersebut. “Jadi sehabis membangun ternyata dia tidak dipulangkan ke Belanda, tapi tambah ditembak oleh dua tentara Jepang di hari Kamis jam 11 siang,” paham Furi.

“Jadi kalau anda mau ke sini, merasakan kekuatan yang ada di sini, energinya amat besar, amat ramai, tapi kekuatan itu bakal tergantung niat sendiri. Kalau sebenarnya baik, mau dengar cerita dan kita kasih koin, Insya Alllah mereka bakal amat open,” katanya.

Furi diam sejenak, lalu melanjutkan ceritanya. Saya pikir Furi bakal menceritakan kisah sambungan Stefanus, tapi dia tambah mengulas perihal kepala menggelinding barusan. “Kepala itu namanya Mamat. Dia sampai saat ini tetap mencari badannya ada di mana. Tapi saya bilang itu pekerjaan yang amat susah dilakukan, jadi Mamat yang mengganggu kita yang ada di sini, silahkan kalau mau cerita,” kata Furi.

Namun, Furi tampak mengunrungkan niatnya, wajahnya membuktikan rasa tidak nyaman. “Mamat itu agak serem. Jadi saya enggak amat nyaman terhitung ngelihatnya. Ok Mat, anda di belakang saya saja Mat,” kata Furi sambil membawa dampak gestur menyuruh ganti dengan tangannya.

“Dia bilang dia dibunuh, dipotong-potong, karena dia berselingkuh. Dia dibunuh oleh selingkuhan istrinya dan dia dibunuh, beritanya ada di koran, dan mayatnya ditemukan di sini. Kita cek lah nanti kebenaran ceritanya dia.”

“Yang paham dia mau bilang ke keluarganya. Keluarganya ada di Purwakarta, rumahnya ada pager warna cokelat, ada tulisan 11, no 11 barangkali ya. Trus dia mau bilang sama keluarganya kalau Mamat itu minta didoakan. Karena barangkali keluarganya amat sedih, dia mesti didoakan,” tutur Furi.

Furi jadi bergerak, kita pun mengikuti, kondisi ulang jadi dingin, berlainan rasanya kala dia bercerita perihal Stefanus. Atau barangkali karena ada problem lain tak sekedar Mamat? (bersambung)

Rahasia Gapura Bumi Jelas serta Abnormal di Laut Selatan, Persembahan buat Istri raja Kidul

Rahasia Gapura Bumi Jelas serta Abnormal di Laut Selatan, Persembahan buat Istri raja Kidul

Rahasia Gapura Bumi Jelas serta Abnormal di Laut Selatan, Persembahan buat Istri raja Kidul

Narasi hal Kanjeng Istri raja Kidul tidak dapat bebas dari tepi laut Parangkusumo yang lokasinya 30 km dari Yogyakarta.

Kabarnya, tepi laut itu dikira bertuah sebab diyakini bagaikan gapura mengarah Kerajaan Laut Selatan.

Siti Jumanah, pembimbing darmawisata serta aku dalem Istana Yogyakarta Hadiningrat, dalam rekreasi virtual dari HIS Travel berkata, tepi laut itu dikira bagaikan gapura yang mengaitkan bumi jelas serta bumi abnormal laut tepi laut Selatan.

Tepi laut Parangkusumo dahulu ialah tempat bersemedi Danang Sutawijaya nama lain Panembahan Senopati yang diucap berjumpa dengan Istri raja Kidul di situ.

Dalam Babad Tanah Jawi, diucap Danang bersemedi sebab mau jadi Raja Mataram, setelah itu Istri raja Kidul berikrar menolong meluluskan ambisinya serta menolong melindungi ketentraman orang Mataram sampai turun temurun.

Panembahan Senopati dibawa Kanjeng Istri raja Kidul ke kastel istana laut Selatan di dasar samudera, kemudian terjalinlah cinta serta itu ialah dini cerita perkawinan kebatinan antara Kanjeng Istri raja Kidul serta Danang Sutawijaya,” nyata Siti, Sabtu( 15 atau 8 atau 2020), dikutip Antara.
Taruhan Bola
Bagaikan imbalannya, Danang Sutawijaya teratur membagikan persembahan di Tepi laut Selatan yang sedang teratur dicoba melalui ritual seremoni labuhan. Ritual ini ialah permohonan melenyapkan watak kurang baik dengan melarung beberapa barang ke Laut Tepi laut Selatan.

” Ini konkretisasi filosofi melindungi keserasian, keserasian, serta penyeimbang antara orang serta alam,” nyata Siti.

Tepi laut Parangkusumo sedang dikira keramat sampai dikala ini, buktinya sedang banyak orang yang tiba buat berharap ataupun bersemedi di situ.

Bagi Aryono dari Historia. id, kerutinan ini berasal dari sikap warga yang menjiplak gerak- gerik atasan mereka.

” Warga amati apa yang dicoba raja pada Kanjeng Istri raja Kidul, mereka mengikutinya. Jika raja melaksanakan suatu ritual, warga pula mengikutinya.”

Hal perkawinan kebatinan antara Istri raja Kidul serta Panembahan Senopati, Aryo berkata Babad- kumpulan dokumen bahasa Jawa- tidak seluruhnya bermuatan asal usul cermat, tetapi dihiasi pula oleh bermacam dongeng yang tujuannya buat mengkultuskan raja.

Aryo mengatakan, ahli sastra Pramoedya Ananta Toer beranggapan cerita Istri raja Kidul cuma dongeng yang dilahirkan buat menutupi informasi kegagalan Baginda Agung yang kandas melanda Batavia, pula kandas memahami tepi laut utara Jawa.” Hingga, terbuat dongeng kalau ia sedang kokoh di pantai selatan,” tutur ia.

Rahasia Laut Selatan

Laut Selatan diselimuti banyak rahasia sebab ganasnya laut memunculkan bermacam musibah di situ. Tetapi, dongeng kalau kejadian di laut berkaitan dengan Istri raja Kidul nyatanya dapat dipaparkan dengan cara objektif.

Aryo mengatakan, bersumber pada sebagian amatan, banyak korban berguguran di situ sebab arusnya memanglah cepat.

” Jika membawa botol kosong, lemparkan ke salah satu ujung laut, bila botol terapung serta kembali ke tepi laut, arus lautnya minimun. Jika botol lalu terbawa ke tengah laut, posisi itu memiliki arus laut besar.”

Sedemikian itu pula mengenai kekangan mengenakan pakaian hijau di tepi laut selatan yang kabarnya diakibatkan corak itu sama dengan Istri raja Kidul.

Mengambil Pram, Aryo berkata, corak hijau sama dengan sebentuk VOC.” Kekangan itu terbuat supaya banyak orang melalaikan ketergantungan antara corak hijau dengan sebentuk VOC,” tuturnya.

Ia pula mangulas mengenai gambar Kanjeng Istri raja Kidul yang terbuat oleh ahli Basoeki Abdullah.

Basoeki, tutur Aryo, melukis Istri raja Kidul bersumber pada asumsi banyak orang jika wujud itu mempunyai bentuk wajah yang menawan. Ia memilah seseorang istri dokter bernama Nyonya Harahap bagaikan bentuk buat gambar Istri raja Kidul.

” Sehabis gambar jadi, tidak lama setelah itu Nyonya Harahap tewas sebab sakit kanker. Awal, Basoeki kira itu bertepatan,” tuturnya.

Ia mengambil novel memoar Basoeki Abdullah dari Agus Ikhlas hati, ahli menggambar itu membuat sebagian gambar Istri raja Kidul lain dengan bentuk yang berlainan.” Cocok gambar jadi, modelnya sakit ataupun tewas.”

Di Terminal Tirtonadi Solo Misteri Kuntilanak Ngesot Hingga Sosok Rambut Gimbal

Di Terminal Tirtonadi Solo Misteri Kuntilanak Ngesot Hingga Sosok Rambut Gimbal  – Terminal terbesar di Kota Solo, Jawa Tengah, Tirtonadi menyimpan kisah misteri yang melegenda hingga sekarang.

Tempat pemberhentian bus ini jadi beroperasi terhadap 1975 dan dibangun di atas tanah taman yang indah bernama Tirtonadi. Selama 45 th. melayani penumpang,Taruhan Bola Terminal Tirtonadi terdapat kisah misteri yang melegenda.

Bermula dari kemunculan kuntilanak ngesot, sosok laki-laki berbadan hancur yang sering muncul di bawah kolong bus, hingga sosok menyeramkan rambut gimbal tergantung dulu jadi misteri Terminal Tirtonadi Solo.

Pada awal-awal beroperasi, salah satu makhluk halus yang menggemparkan dan jadi buah bibir penduduk adalah kemunculan kuntilanak ngesot. Apalagi situasi terminal kala itu gelap terhadap malam hari dan tidak sebaik kala ini.

Dahulu beberapa sudut bangunan memang gelap disertai lumut dan beberapa terdapat postingan vandal. Munculnya kuntilanak ngesot merupakan perihal yang menggemparkan terhadap era itu. Konon, terjadi sendiri di lorong terminal terhadap malam hari merupakan tindakan yang bodoh karena banyaknya kriminalitas dan teror kunti ngesot terhadap kala itu,” ujar dia.

Tak hanya kuntilanak ngesot, ada penampakan yang legendaris, berbentuk sosok laki-laki bersama badan hancur tanpa kaki dan bola matanya hampir keluar. Sosok selanjutnya sering mengejutkan penumpang maupun pedagang karena muncul dari kolong bus.

mengungkap ada beberapa saksi yang menyebut ada pula penampakan pocong di bagian tempat parkir belakang dan toilet.

Kala itu, dua lokasi selanjutnya memang minim penerangan agar sering muncul penampakan makhluk halus yang menghantui pengunjung Terminal Tirtonadi Solo.

Sosok Rambut Gimbal

Kisah misteri Terminal Tirtonadi Solo tak berhenti di situ. Meski sudah berbenah jadi terminal modern, ada penumpang yang mengaku memandang penampakan orang gimbal yang tergantung lehernya di sudut-sudut Terminal Tirtonadi Solo.

“Beberapa penumpang tetap memandang penampakan orang gimbal yang tergantung lehernya di beberapa sudut terminal yang kurang penerangannya dan ada pula sosok kepala perempuan bersama wajah pucat dan taring kuning muncul dari selokan barat terminal ini untuk mengagetkan barang siapa yang lewat,” ungkap dia.

Ada salah satu netizen mengaku di bagian selatan tempat terminal, yakni bekas kandang ayam muncul menyeramkan.

“Kidul terminal seng bagian cedak kantor enek bekas kandang ternak pitik min, jare pegawe kono si yo rodo wingit [selata terminal di bagian dekat kantor ada bekas kandang ternak ayam. Kata pegawai di sana ya agak menyeramkan],” sadar salah satu netizen.

Cerita Mistis Onggo-Inggi Penunggu Bengawan Solo

Cerita Mistis Onggo-Inggi Penunggu Bengawan Solo  – Masyarakat Solo di Jawa Tengah telah familier dengan sosok penunggu sungai Bengawan Solo satu ini.

Warga bantaran kali Bengawan Solo menyebut sosok penunggu ini dengan panggilan Onggo-Inggi.

Sosok satu ini berwujud kepala tanpa badan yang mempuyai rambut panjang. Di mana rambutnya berikut kerap digunakan Onggo-Inggi untuk melilit mangsanya yang dapat disita jiwanya.

Selain itu, Onggo-Inggi terhitung dideskripsikan dengan kulit pucat bahkan nampak melepuh dengan gigi taring seperti biji timun.

Onggo-Inggi ini kerap berharap tumbal berwujud anak perawan dan perjaka.

“Onggo-inggi diakui momok yang kerap meneror anak perawan dan perjaka yang tinggal berasal dari di dalam arus sungai. Lantas apakah perihal berikut benar adanya? Beberapa cerita leluhur menyatakan bahwa sosok Onggi-inggi merupakan dayang yang tinggal di di dalam pusaran kali Bengawan Solo,” kata dia.

Dari cerita berikut terhitung diungkap bahwa penunggu Bengawan Solo ini adalah jin penjaga Keraton Solo yang sebenarnya ditugaskan untuk menjaga kedaulatan keraton.
Rakus dan Takut Kain Kafan

Karena cii-ciri penunggu Bengawan Solo, Taruhan Bola Onggo-Inggi ini rakus dan tetap minta sesajen yang berlebihan, keliru satunya nyawa manusia, dia pun dibuang.

“Konon, sebelum akan musnahnya sang lelehur Onggo-inggi, makhluk ini telah beranak pinak dan menguasai Bengawan Solo,”

Menurut beberapa orang yang percaya, Onggo-Inggi kerap menyembunyikan manusia, tapi mau mengembalikannya jikalau ada penggantinya.

Sama seperti makhluk halus lainnya, ternyata Onggo-Inggi terhitung membawa kecemasan terhadap doa-doa dan kain kafan. “Konon, makhluk ini amat kuatir dengan bacaan doa dan kain kafan. Percaya tidak percaya, bagaimana Anda menyikapinya?” tanya account Instagram yang kerap mengunggah cerita misteri di daerah Solo dan sekitarnya ini.

Hanya Serangga Kecil

Meski begitu, banyak pula yang beranggapan sosok penunggu Bengawan Solo, Onggo-Inggi ini cuma rekayasa belaka. Hal berikut sengaja dibuat agar anak-anak tidak bermain di bantaran kali.

“Menurut mereka, Onggo-inggi hanyalah serangga kecil yang mampu terjadi diatas air,” urai dia.

Mitos Kerajaan Gaib di Waduk Kedung Ombo Sragen

Mitos Kerajaan Gaib di Waduk Kedung Ombo Sragen – Kerajaan gaib Waduk Kedung Ombo bukanlah perihal yang asing kembali bagi masyarakat yang tinggal di lebih kurang waduk.

Waduk yang berlokasi di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Sragen, Boyolali dan Grobogan ini konon katanya sering dijadikan area pembuangan makhluk halus.

beraneka macam makhluk halus sering bergentayangan di lokasi waduk seluas 6.576 hektar ini.

“Waduk yang luas ini ternyata jadi keliru satu area favorit untuk menyingkirkan makhluk halus. Ada yang bersifat jin pesugihan, jin gentayangan meresahkan warga, hingga khodam dari benda pusaka,”

Kerajaan Gaib Dipimpin Ratu

Konon ceritanya, waduk ini dijaga oleh makhluk layaknya buto bersama wajah merah yang mengenakan pakaian kerajaan. Sayangnya, makhluk ini sering menghendaki tumbal bersama cara menyeret korban ke dasar waduk yang disebut-sebut terkandung sebuah kerajaan gaib.

“Namun, setelah perjanjian bersama masyarakat dan beberapa paranormal,Taruhan Bola makhluk tersebut bersedia untuk tidak menyita tumbal dan diganti oleh sajen di malam-malam tertentu,” tambah dia.

Kerajaan gaib di dasar Waduk Kedung Ombo inilah yang menurut cerita yang beredar dipimpin oleh ratu. Dia dikenal sebagai sosok yang memelihara adab dan sopan santun.
Hati-hati yang Mesum

, pengunjung yang membawa tekad mesum justru dipermudah oleh penunggu waduk. “Tempat yang tiba-tiba sepi dan kondisi yang tiba-tiba menggoda jadi sambutan hangat dari lelembut kepada oknum-oknum [yang inginkan mesum] tersebut,” ungkap dia.

Meskipun dipermudah, ternyata makhluk halus Waduk Kedung Ombo tersebut justru dapat mengikuti oknum mesum hingga tiba di rumahnya.

Hal tersebut yang dapat membawa dampak kondisi tempat tinggal dan lingkungan lebih kurang jadi panas dan tak nyaman. Berbagai macam perihal di luar nalar pun terjadi.

, rezeki pun dapat berpengaruh dengan sebutan lain terhambat karena kehadiran makhluk halus tersebut.

“Jin yang kehilangan tempat tinggal ini dapat mengikuti sang korban hingga ke rumahnya. Sehingga kondisi lebih kurang jadi panas dan tidak nyaman, asumsi jadi kacau, dan rejeki tiba-tiba terhambat. Maka dari itu, beberapa masalah oknum mesum di area ini dapat mengalami kehidupan yang tidak cemerlang atau tambah justru mengarah ke depresi,” tutup dia.

Temukan Monolit Logam Misterius Pilot Helikopter

Temukan Monolit Logam Misterius Pilot Helikopter  – Sebuah monolit misterius sudah ditemukan di anggota terpencil Utah, Amerika Serikat. Benda monolit aneh berikut ditemukan oleh pilot helikopter dan petugas satwa liar yang terbang, untuk melakukan penghitungan tahunan domba Bighorn.

struktur benda berikut terbuat berasal dari semacam logam, bersama kilauan yang kontras satu diantara bebatuan besar yang mengelilinginya. Sementara ukuran berasal dari benda berikut diperkirakan pada 10 kaki sampai 12 kali atau sekitar 3 meter.

Pilot helikopter Bret Hutchings menyebutkan kepada saluran berita lokal KSLTV bahwa benda itu adalah benda teraneh yang dulu ia temui sepanjang bertahun-tahun. Taruhan BolaHutchings terbang menuju departemen keamanan publik Utah, yang membantu petugas sumber kekuatan satwa liar menghitung domba Boghorn di selatan negara anggota itu.

“Salah satu ahli biologi termasuk termasuk orang yang melihatnya dan kami kebetulan terbang langsung di atasnya,” kata Hutchings. “Dia layaknya “Whoa, Whoa, Whoa, putar balik, putar balik!” dan saya layaknya “Apa?” ahli biologi itu menyebutkan bahwa ada benda di belakang sana, dan kami wajib melihatnya,” ujar Hutchings.

Pilot berikut menyebutkan bahwa benda itu layaknya buatan manusisa dan tampaknya ditanam bersama kuat di tanah. Menurutnya benda berikut tidak jatuh berasal dari langit. Hutchi berpikiran bahwa itu layaknya buatan seniman penggemar berat film Space Odyssey.

“Kami bercanda bahwa jika salah satu berasal dari kami tiba-tiba menghilang, maka kami semua bakal kabur,” kata Hutchings.
Monolit Misterius

Beberapa pengamat membandingkan monolit berikut bersama patung papan karya seniman John McCracken yang tinggal di Meksico. Seniman berikut diketahui menetap di New York sampai kematiannya terhadap th. 2011.

Pemilik galeri Mc Cracken, David Zwirner menyebutkan kepada Guardian bahwa benda misterius itu bukan salah satu karyanya, mereka justru mencurigai bahwa itu adalah karya seniman lain yang memberi penghormatan kepada Mc Craken.

Menurut Department of Public Safety (DPS) atau Departemen Keselamatan Publik Utah, menempatkan bangunan atau karya seni di lahan publik yang dikelola pemeintah federal adalah illegal. Tidak peduli berasal dari planet manapun benda berikut berasal.

Badan berikut menambahkan tidak memiliki rencana untuk mengutarakan wilayah tentu berasal dari benda aneh tersebut. Juru berbicara badan berikut menyebutkan daerah itu terlampau terpencil. Jika ada orang yang berkunjung ke daerah itu ada mungkin besar mereka bakal terdampar dan perlu penyelamatan.

Benda berikut termasuk menyebabkan kontroversi di dunia geografi. Sebuah monolit secara tekhnis merupakan ciri geografis yang tebuat berasal dari batu, sedangkan lempengan berikut terbuat berasal dari logam.

Cerita Horor Pesugihan Umbel Meler 2020

Cerita Horor Pesugihan Umbel Meler 2020

Di Klaten, Jawa Tengah terdapat pesugihan yang pernah banyak digemari masyarakat, yakni pesugihan umbel meler.

Konon katanya, pesugihan ini tidak pakai tumbal hanya mengandalkan jin anak kecil bernama Bocah Bajang Ingusan.

Deretan Make Up Artis Pria Indonesia, Lengkap bersama dengan Tarifnya

Berdasarkan informasi yang diperoleh berasal dari unggahan pengelola account Instagram @misterisolo, wilayah pesugihan ini berada di Kembangan, Wonosari, Klaten.

“Pesugihan yang konon tidak mengorbankan tumbal nyawa ini merupakan pesugihan yang dahulunya miliki banyak penggemar,” kata pengelola account Instagram @misterisolo.

Cerita Misteri Sejoli Mesum di Candi Cetho Karanganyar yang Berakhir Miris

Dari cerita yang beredar di masyarakat, cocok bersama dengan namanya, pengikut pesugihan umbel meler di Klaten ini kerap mengeluarkan ingus yang banyak sekali sebagai pengganti tumbal.

Pengelola account Instagram @misterisolo menjelaskan sementara itu tersedia syarat yang perlu dipenuhi oleh masyarakat yang inginkan turut pesugihan umbel meler ini.

Misteri Sosok Peri yang Kerap Muncul di Waduk Cengklik Boyolali
Ada Syaratnya

Adapun syarat yang perlu dipenuhi adalah sudah menikah, puasa tertentu selama tujuh hari, dan mempunyai dupa serta ayam cemani ke sebuah makam di Kembangan.

“Ritualnya sendiri diawali berasal dari makam Kembangan, makam yang lokasinya tidak jauh berasal dari Palang Kereta Pakis. Sebelum menghendaki pesugihan kebanyakan tersedia lebih dari satu syarat yang perlu di lewati pada lain perlu sudah menikah, sudah berpuasa mutih dan ngrowot selama 7 hari, serta mempunyai dupa dan ayam cemani. Setelah datang ke makam, kebanyakan calon pengikut pesugihan dapat datang ke sebuah pohon jati di gundukan tanah yang berada di sedang sawah,” malah dia.

Kisah Misteri Onggo-Inggi, Penunggu Legendaris di Bengawan Solo

Pohon jati di sedang sawah itu katanya dihuni oleh danyang cantik bersama dengan busana compang-camping.

Jika penunggu danyang cantik itu terima orang tersebut, dia dapat menyambutnya bersama dengan sinar seperti lampu minyak yang berterbangan.

Misteri Kuntilanak Ngesot Hingga Sosok Rambut Gimbal di Terminal Tirtonadi Solo

“Danyang cantik bersama dengan busana compang camping dan berbau busuk ini dapat menitipkan pengikutnya untuk menolong sistem pesugihan. Pengikutnya sendiri berwujud anak kecil yang beringus dan senang meminum ingusnya sendiri. Mereka disebut Bocah Bajang Ingusan,” paham dia.
Tidak Perlu Tumbal

Meski pesugihan umbel meler di Klaten ini tak butuh tumbal, orang yang pakai pesugihan ini perlu mempunyai ayam cemani terhadap malam Selasa atau Jumat Kliwon ke wilayah tadi.

Legenda Onggo-Inggi dan Gundul Pringis yang Gentayangan di Jembatan Jurug Lawas Solo

Selain itu, pengguna pesugihan di Klaten ini perlu siap-siap terima kondisinya yang kerap mengeluarkan ingus yang begitu banyak. Dari ingus tersebut, danyang cantik tadi dapat merubahnya menjadi koin emas.

“Resikonya ikuti pesugihan ini adalah keluarnya banyak ingus secara tiba-tiba. Jika hal ini terjadi, sang pengikut perlu menadahinya bersama dengan tangan dikarenakan di didalam ingus tersebut sang danyang dapat memberikan bonus berwujud koin emas. Jika sudah terkumpul, ingus tersebut perlu diletakkan didalam sebuah wadah sebagai santapan Bocah Bajang,” ujar dia.

5 Kampus Paling Angker di Indonesia Versi Nessie Judge, Ada berasal dari Solo?

“Ciri-ciri pengikut pesugihan ini pada lain mata yang merah seperti sedang demam, kadang muncul ingus yang banyak, berbau amis, dan tidak pernah rapi kalau bersolek,” tutup pengelola account Instagram @misterisolo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17689

Cerita Horor Clara Gopa Alami Gangguan Mistis

Pedangdut Clara Gopa hadapi peristiwa misterius di kondominium tempat tinggalnya. Salah satu kaca yang melekat di lemari kepunyaan personel Duo Semangka ini seketika jatuh serta rusak.

Bagi Clara Gopa, pecahnya kaca itu diiringi dengan tumbangnya suatu sisir yang tadinya ia letakkan di atas lemari. Tidak hanya itu, ada pula sebagian lembar rambut bercorak putih di bagian kaca itu.

“ Barusan terdapat peristiwa saya kembali syuting kaca rusak terdapat sisir terdapat rambut putih saya enggak luang unggah ke story sebab saya kaku serta langsung campakkan ke tempat kotor. Ini sisirnya, abnormal sangat kenapa dapat terdapat sisir logikanya sisir terdapat di lemari atas hingga asisten saya bilang berjanji enggak masuk kamar aku

Peristiwa itu tidaklah awal kalinya dirasakan oleh Clara Gopa. Sebagian kali, ia pula merasa diusik oleh peristiwa di luar akal.

“ Kemarin pula ini speaker saya, saya nyalain lagu seketika novel jatuh saja dari atas spiker tetapi saya engga sempat mikir aneh- aneh. Saya bilang ke asisten saya pula, janganlah dipikirin serta janganlah diomongin, takutnya gangguannya terus menjadi jadi,” lanjut Clara sambil membuktikan spiker yang terdapat di atas meja.

Tidak cuma kaca rusak serta novel yang terguling dari speaker, kendala yang lain yang tidak takluk membentangkan juga dirasakan Clara di dapurnya. Ia memandang suatu cangkir beranjak sendiri sebesar 2 kali.

“ Durasi itu saya ingin buat mie praktis gunakan cabe, di mari terdapat cangkir. Gelasnya ini aja seperti habis digunakan minum saja. Saya lagi sayat, seketika gelasnya aksi, saya amati serta lanjut lagi sayat cabe, gelasnya aksi lagi,” narasi Clara.

Tidak hanya bagian dapur, kamar mandi Clara luang terjalin kendala misterius yang lain. Di mana, Clara mengikuti suara kran terbuka namun tidak terdapat orang di kamar mandi itu.

“ Sempat pula terdapat peristiwa kemarin, Billy( asisten Clara) itu terdapat di depan. Ini di kamar mandi terdapat suara keran bercahaya. Saya duga itu Billy di dalam kamar mandi, saya perintah ia segera pergi kamar mandi. Tetapi nyatanya di kamar mandi enggak terdapat siapa- siapa. Billy pula telah terdapat di depan,” narasi Clara Gopa.

Kisah Misteri Dalam Sejarah Dijadikan Hiburan 2020

Kisah Misteri Dalam Sejarah Dijadikan Hiburan 2020

Mungkin kami telah nggak asing bersama quote yang satu ini. Ungkapan selanjutnya disampaikan oleh Soekarno lewat pidatonya pas memperingati Hari Pahlawan, 10 November 1961 silam. Tentu saja ini bakal senantiasa relevan sampai sekarang, lebih-lebih puluhan th. ke depan. Bagaimana kami menghormati jasa mereka yang telah berjuang di masa lalu, sampai kami mampu hidup layaknya ini sekarang. Para pahlawan ini bukan hanya mereka yang angkat senjata di medan perang. Mereka yang menjaga korban peperangan, yang memperjuangkan minoritas dan kaum miskin termasuk mampu disebut pahlawan.

Sebagian kami pasti asing bersama sosok bernama Tjong A Fie. Tapi jika kamu orang Sumatera Utara, maka telah pasti menyadari perihal histori keturunan Tinghoa ini. Tjong A Fie mampu disebut sebagai sosok histori yang terlalu berperan perlu dalam pembangunan kota Medan puluhan th. lalu. Bahkan ia mampu disebut sebagai pahlawan pas itu. Ia merupakan seorang saudagar kaya raya yang kondang bersama kedermawanannya dan kedekatannya bersama siapapun, tanpa peduli latar belakang etnis. Dengan kekayaannya itu, nggak dan juga merta membawa dampak Tjong A Fie sombong, justru ia menyumbang materi yang nggak sedikit bagi kamu miskin. Dan tetap banyak kenangan baik lainnya kala kami mengingat sosok ini.

Hingga lebih dari satu pas lalu, sebuah stasiun televisi swasta di tanah air menayangkan film yang berjudul “Misteri Rumah Tjong A Fie” dan ditekankan bahwa ini adalah kisah nyata. Inilah yang membawa dampak lebih dari satu penduduk kecewa. Bukan mengangkat perihal histori sosok Tjong A Fie, film ini justru tunjukkan bahwa kediaman Tjong A Fie menaruh misteri dengan kata lain angker. Hal ini baru diketahui keluarga setelah film ditayangkan.
Film selanjutnya membawa dampak keluarga Tjong A Fie mulai kecewa sebab diakui mengada-ngada lebih-lebih nggak dulu tersedia izin untuk itu

nggak minta izin dan mengada-ada via www.instagram.com

Salah satu cicit dari Tjong A Fie, Ricco Cheza lewat account Istagram-nya mengungkap kekagetannya setelah menyadari tersedia film perihal sang kakek buyut. Namun bukan soal sejarahnya sebagai sosok yang dihormati, stasiun televisi swasta ini menayangkan kisah misteri tempat tinggal peninggalan kakeknya itu.

Ricco mengakui jika apa yang tersedia di film yang katanya kisah nyata itu adalah mengada-ada. Selama 17 th. tinggal di sana, Ricco mengaku nggak dulu tersedia meja yang bergerak sendiri, hantu cina, foto yang bergerak, dan horor lainnya. Apalagi jika diikuti oleh mendiang Tjong A Fie. Nggak hanya tunjukkan kekesalannya, keluarga besar Tjong A Fie pun mulai nggak dulu dimintai izin oleh pihak mengenai untuk mengangkat kisah keluarga mereka.
Setelah kekesalan keluarga viral di tempat sosial, akhirnya pihak televisi dan Production House pun meminta maaf

akhirnya minta maaf via www.instagram.com

Setelah Ricco mengunggah unek-uneknya ke publik, akhirnya lewat DM Instagram, pihak stasiun televisi swasta itu pun meminta maaf. Mereka mengaku bahwa program selanjutnya dibuat bekerja mirip bersama sebuah Production House. Nggak lama kemudian, pihak Production House pun termasuk mengirimkan surat permintaan maaf kepada keluarga besar Tjong A Fie dan meminta kesediaan mereka untuk berdialog guna selesaikan masalah ini.
Padahal, sosok Tjong a Fie begitu dihormati di Medan sebab kedermawanannya dan toleransinya yang tinggi terhadap siapapun

kisah nyata Tjong A Fie via www.instagram.com

Meski telah meminta maaf, dan tayangan kisah nyata ini telah dihapus dari YouTube, senantiasa saja ini menjadi sebuah pelajaran besar bagi kami semua. Betapa pentingnya melaksanakan riset sebelum akan mengangkat sebuah kisah, lebih-lebih tersedia hubungannya bersama sejarah. Film yang sedianya bermanfaat sebagai hiburan bagi penduduk yang melihat layar kaca, pasti mesti menyadari mana yang pantas dijadikan sebagai tontonan yang sifatnya menghibur, mana yang sebagai fasilitas untuk belajar. Apalagi jika film selanjutnya dibuat tanpa seizin keluarga yang bersangkutan. Sudah jatuh, tertimpa tangga.

Sosok Tjong A Fie adalah orang yang terlalu dihormati di Medan. Mereka menghormati beliau sebab kedermawanannya dan rasa tolerannya yang terlalu tinggi. Ia nggak dulu membeda-bedakan orang yang ia tolong. Apakah itu berasal dari etnis yang mirip atau pribumi. Malah, sosoknya dikenal termasuk sebab terlalu dekat bersama kaum pribumi. Jika saja perihal ini yang diangkat, pasti saja keluarga maupun penduduk Medan bakal mulai suka dan bangga, lebih-lebih berterima kasih. Dibandingkan dibuatkan kisah misteri layaknya ini.

Kisah Misteri Terbaru Peri Di Gunung Rinjani

Kisah Misteri Terbaru Peri Di Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah salah satu gunung paling bernuansa magis di Indonesia. Gunung dengan puncak tertinggi terhadap 3.726 meter di atas permukaan laut ini terhitung menjadi jujugan utama para pendaki, baik didalam maupun luar negeri. Tak pelak, keindahan dan misterinya makin lama membawa dampak banyak orang penasaran datang ke sana.

Kisah pendakianku ke Rinjani 2 th. lalu lumayan berkesan dan bikin merinding dikarenakan banyak kisah misteri yang mengiringinya. Jadi begini ceritanya…
Pada awalannya biasa saja, hingga kami kelanjutannya kemalaman di Pos 3. Kami mendaki ke Plawangan Sembalun terhadap dini hari…
Sembalun, pintu awal mendaki Rinjani

Sembalun, pintu awal mendaki Rinjani via www.hikingrinjani.com

Pendakian kami tidak cocok rencana, ada lebih dari satu kawan yang mengalami cedera sehingga perlu menginap di Pos 3 Sembalun. Sebagai gantinya terhadap sedang malam, kami perlu melanjutkan perjalanan sehingga hingga di puncak. Kami bakal mendaki Bukit Penyesalan, 7 buah bukit yang kadang bikin menyesal dikarenakan tak ada habisnya. Tidak ada yang mendaki tak sekedar kami di sedang malam itu. Gelap gulita dan angin kencang menjatuhkan kami berulang kali. Suara anginnya begitu mengerikan, dingin dan menusuk tulang. Sebuah perjalanan yang membawa dampak mental kami ciut. Tidak ada makhluk yang mengganggu kami malam itu.
Setelah menggapai puncak terhadap siang harinya, kami kelanjutannya kemalaman lagi disaat turun ke Danau Segara Anakan. Nuansa mistis di jembatan besi begitu terasa…
malam di rinjani

malam di rinjani via www.sociotraveler.com

Setelah magrib kami masih tertahan di jalur berbatu terjal menuju danau. Hal ini diakibatkan logistik kami yang lumayan menipis. Alhasil kami perlu terjadi pelan sambil menghindar kelelahan yang terlampau sangat. Setelah malam makin lama pekat, sampailah kami di lembah dengan tulisan RAWAN yang begitu mengagetkan. Setelah itu kami menyeberang jembatan besi di atas sungai yang kering. Nuansa mistis kental sekali di sini, hingga bulu kuduk kami ikutan merinding. Beberapa th. lalu, ada 7 pemuda ditemukan meninggal tak jauh berasal dari jembatan. Peristiwa itu segera muncul di benak kami malam itu.
Danau Segara Anakan sebetulnya indah, namun tak disangka ada banyak penunggunya…

danau-segara-anak-gunung-rinjani-lombok

Sesampai di danau terhadap malamnya, kami ngobrol-ngobrol di depan tenda dengan guide dan porter Rinjani. Banyak yang kami obrolkan, terasa berasal dari seringnya kematian terjadi di Rinjani hingga kisah horor yang pernah terjadi di sini. Suasana makin lama malam, namun sinar berasal dari bintang lumayan untuk menemani obrolan kami. Pukul 01.00 kami memastikan tidur dan masuk ke didalam tenda. Ketika bakal tidur, aku mengalami tindihan dan dada terasa sesak. Dari bagian atas tenda yang transparan, terasa ada sosok besar yang mengawasi. Sesak sekali dan sulit untuk bernafas.
Keesokan harinya, salah seorang kawanku yang mampu memandang makhluk halus berjumpa dengan arwah pendaki berasal dari Thailand yang meninggal lebih dari satu hari lalu…
trek berbahaya

trek berbahaya via lombokinfo.com

Dalam perjalanan berasal dari danau ke Plawangan Senaru, seorang kawan terlampau berjumpa dengan jelmaan pendaki Rinjani perempuan yang baru saja meninggal kira-kira seminggu sebelum saat pendakian kami. Ia jatuh ke jurang waktu itu. Dan disaat ia melalui jalur yang sama, ada sesosok tua yang tertawa terbahak-bahak. Ketika memanjat bebatuan, kakinya ditarik oleh orang tua ini yang seakan menghendaki mencelakakan kawanku. Untuk kebenarannya hanya dia yang sadar dikarenakan mataku ini nggak mampu menyaksikannya sendiri. Bisa menjadi si pendaki perempuan ini terjatuh dikarenakan kakinya ditarik sesosok orang tua penunggu gunung tersebut. Serem banget sih disaat dengar ceritanya.
Puncaknya, disaat menuruni Plawangan Senaru, lagi-lagi kami kemalaman. Di sedang jalan, ada tiga peri yang mengikutiku hingga bawah…
hutan senaru

hutan senaru via www.instagram.com

Hutan Senaru dikenal sebagai kerajaan ghaib berasal dari Dewi Anjani, sang penguasa Gunung Rinjani. rimba lebat yang bahkan di lebih dari satu bagian tak tertembus sinar matahari ini sebetulnya sebaiknya tidak didaki terhadap malam hari. Dan itulah kekeliruan kami.

Sepanjang perjalanan turun selepas masuk hutan, badan terasa berat dan tidak berdaya. Hanya kaki yang terus meluncur ke bawah saja. Samar-samar aku mendengar nada gemerisik di belakang. Seperti jejak langkah yang ikuti terus menerus. Aku terlampau merasakan ada sosok lain yang membersamai kami malam itu. Konsentrasiku buyar terhadap malam itu. Bahkan aku semat tertidur sejenak di pepohonan.

Kata temanku yang mempunyai indra keenam tadi, sebetulnya ada 3 peri berbaju putih yang ikuti kami. Konon, sebetulnya ada makam yang berada di antara Pos 2 dan Pos 3, di sedang hutan lebat Senaru. Untung sih tiga peri itu hanya ngikutin aja, nggak macam-macam.

Di akhir, jelang berakhirnya hutan Senaru, si kawanku ini terlampau berjumpa Dewi Anjani. Dia berbaju biru dan sungguh cantik sekali. Namun, dia segera menghilang dan berubah rupa menjadi menyeramkan. Lenyap.

Kamu boleh yakin atau tidak. Yang jelas, silahkan coba sendiri mendaki Rinjani di malam hari seperti kami. Yakin deh, bakal ada yang mengikutimu hingga pagi…

NB : Sesampainya di rumah, kawanku ini bermimpi lagi mengenai Dewi Anjani