City Diprediksi Bisa Tuntaskan Dendam di Markas Wolves

City Diprediksi Bisa Tuntaskan Dendam di Markas Wolves – Michael Owen menambahkan prediksinya berkenaan pertandingan Wolverhampton vs Manchester City. Menurut Owen, City bisa raih kemenangan Taruhan Bola dalam pertandingan tersebut.

City Diprediksi Bisa Tuntaskan Dendam di Markas Wolves

City berhasil bangkit setelah menelan kekalahan berasal dari Manchester United. Mereka sementara itu takluk bersama dengan skor 2-1 dalam derby Manchester.

City bisa menaklukkan Arsenal 2-1 di Emirates Stadium. Setelah itu, pasukan Josep Guardiola mengalahkan Leicester City bersama dengan skor 3-1.

Kini City dapat berkunjung ke markas Wolves pada pekan ke-19 Premier League 2019/20, Sabtu (28/12/2019). Mereka mengusung misi balas dendam sementara bertamu ke Molineux Stadium.

City takluk 0-2 pada pertandingan pertama melawan Wolves di Etihad dalam ajang Premier League musim ini. Namun, Owen sangat percaya jikalau City bisa raih kemenangan dalam pertandingan kali ini.

“Juara bertahan Manchester City dapat melacak balas dendam di Molineux mengingat Wolves memenangkan pertandingan 2-0 di Etihad di awal musim,” kata Owen kepada BetVictor.

“City memenangkan pertandingan liga ke-250 mereka dekade ini melawan Leicester pada akhir pekan – jadi klub ke dua yang raih prestasi ini setelah Manchester United pada 2000-an.

“City berada di performa terbaik mereka melawan Leicester pada hari Sabtu dan saya memperkirakan sang juara bertahan bisa unggul dalam pertandingan melawan Wolves dan ulang menyatakan kualitas mereka setelah tertinggal di King Power.”

Gary Neville, Solskjaer dan Mantan Pemain Sir Alex Ferguson yang Jadi Pelatih

Gary Neville, Solskjaer dan Mantan Pemain Sir Alex Ferguson yang Jadi Pelatih – Sir Alex Ferguson merupakan pelatih legendaris untuk Manchester United. Dia memegang kendali klub lebih berasal dari seperempat abad. Bukan cuma mencetak banyak pemain bintang, Pasang Bola Ferguson juga melahirkan banyak pelatih.

Gary Neville, Solskjaer dan Mantan Pemain Sir Alex Ferguson yang Jadi Pelatih

Pria asal Skotlandia itu menangani klub berjuluk Setan Merah selanjutnya sepanjang 26 th. atau kira-kira dua dekade lebih. Setelah itu Ferguson pensiun pada 2013.

Selama 26 th. tersebut, Sir Alex Ferguson dapat memoles sebagian pemain biasa jadi pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo, Ruud van Nistelrooy, Ryan Giggs, sampai Ole Gunnar Solskjaer.

Gaya kepelatihan serta caranya menangani pemain membuatnya kerap dielu-elukan saat Manchester United terpuruk. Beberapa mantan anak asuhnya terinspirasi berasal dari gaya Sir Alex Ferguson saat memutuskan melanjutkan karier sebagai pelatih.

Selama jadi pelatih Setan Merah, Ferguson tentunya mempunyai banyak mantan pemain yang kini sudah jadi pelatih. Siapa saja kira-kira? Berikut Bola.com merangkum mantan anak asuh Sir Alex Ferguson yang kini sudah jadi pelatih.

Ole Gunnar Solskjaer pernah jadi anggota skuat Sir Alex Ferguson pada 1996 sampai 2007. Selama kurang lebih 11 th. membela Setan Merah, Solskjaer tentunya memahami banyak taktik yang kerap diterapkan Ferguson.

Apalagi Solskjaer merupakan satu di pada andalan Sir Alex Ferguson di lini depan sebelum memutuskan pensiun pada 2008. Setelah pensiun, Solskjaer memilih melanjutkan kariernya sebagai pelatih.

Beberapa klub yang pernah dilatih Solskjaer pada lain FK Molde dan sekarang Manchester United. Solskjaer jadi jadi pelatih kepala Setan Merah sejak Desember 2018.

Laurent Blanc pernah jadi pemain Manchester United pada 2001-2003. Sekitar empat th. kemudian, Blanc jadi merintis karier sebagai pelatih.

Beberapa tim yang pernah ditanganinya ialah Timnas Prancis (2010-2012), Girondis Bordeaux (2007-2010), dan Paris Saint-Germain (2013-2016). Bersama Bordeaux dan PSG, Blanc pernah merasakan juara di kancah domestik.

Laurent Blanc total meraih 15 gelar domestik, 11 trofi di antaranya didapatkan saat menukangi PSG.

Ryan Giggs jadi anggota Manchester United sejak 1987 sampai 2014. Giggs sudah membela Setan Merah jadi berasal dari akademi klub tersebut.

Bersama Manchester United, Giggs merasakan banyak gelar saat jadi pemain, juga trofi Liga Champions. Namun, prestasi gemilang saat jadi pemain belum dapat ia menyatakan ketika melatih.

Giggs pernah jadi pelatih saat Setan Merah pada 2014 untuk menukar David Moyes yang dipecat. Setelah manajer baru datang, Giggs lagi jadi asisten pelatih.

Namun, saat ini Giggs sudah jadi pelatih kepala Timnas Wales. Giggs meneken kontrak sampai 2022 bersama dengan Timnas Wales.

Jaap Stam pernah jadi pemain Manchester United berasal dari 1998 sampai 2001. Setelah itu, Stam hengkang ke sebagian klub seperti Lazio, AC Milan, dan Ajax Amsterdam.

Jaap Stam memutuskan pensiun berasal dari sepak bola pada 2007. Dua th. lantas Stam jadi bertekun karier sebagai pelatih. Klub pertama yang pernah ia latih ialah FC Zwolle.

Setelah itu, Stam jadi pelatih Ajax Amsterdam, Reading, PEC Zwolle, dan terakhir Feyenoord.

Steve Bruce dikenal sebagai bek yang lumayan tangguh saat memperkuat Timnas Inggris dan Manchester United pada periode 90-an. Saat jadi pelatih, Bruce banyak melatih klub-klub asal Inggris.

Selain itu, klub-klub yang ia tangani biasanya bertarung di papan tengah atau menyingkirkan berasal dari zona degradasi. Beberapa klub yang pernah merasakan gaya kepelatihan Steve Bruce pada lain Sheffield United, Huddersfield Town, Wigan Athletic, Crystal Palace, Birmingham City, Sunderland, Hull City, Aston Villa dan Sheffield Wednesday.

Saat ini, Bruce jadi juru taktik Newcastle United di Premier League. Bruce diikat Newcastle sampai Juni 2020.

Sukses Kalahkan Mourinho, Frank Lampard Patenkan Formasi 3-4-3 untuk Chelsea?

Sukses Kalahkan Mourinho, Frank Lampard Patenkan Formasi 3-4-3 untuk Chelsea? – Manajer Chelsea, Frank Lampard, tidak menutup barangkali mematenkan formasi 3-4-3 untuk dipakai timnya pada musim 2019/2020 ini. Pasalnya, Pasang Bola sejauh ini Chelsea sanggup bermain bagus bersama dengan formasi tersebut.

Sukses Kalahkan Mourinho, Frank Lampard Patenkan Formasi 3-4-3 untuk Chelsea?

Chelsea udah memadai familiar bersama dengan formasi 3-4-3. Sebelum Frank Lampard memakainya, ada Antonio Conte yang terhitung memakai formasi serupa. Conte sanggup dibilang berhasil bersama dengan Chelsea bersama dengan formasi tersebut.

Beberapa pemain Chelsea pada masa Conte jadi manajer tetap ada di skuad sampai waktu ini. Marcos Alonso, Cesar Azpilicueta, Pedro, Willian, Antonio Rudider dan beberapa pemain lain merupakan skuad peninggalan Conte.

Frank Lampard sesungguhnya belum memadai kerap memakai formasi 3-4-3. Salah satu momen mutlak Chelsea bersama dengan formasi 3-4-3 yaitu kala menang atas Tottenham akhir pekan lalu. The Blues tampil benar-benar solid bersama dengan formasi itu.

Frank Lampard sesungguhnya lebih kerap memakai formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 di Chelsea, begitu terhitung kala tetap di Derby County. Namun, waktu merubah formasi jadi 3-4-3, Frank Lampard diakui memadai berhasil dan membawa Chelsea menang.

“Kami udah memainkannya beberapa kali, dan kita udah menggunakannya di beberapa pertandingan. Itu sanggup bekerja. Alasan kita memakainya waktu melawan Tottenham adalah gara-gara kita miliki pandangan yang baik pada Tottenham dan bagaimana mereka bermain, dan saya pikir itu adalah langkah paling baik bagi kita untuk bermain,” kata Frank Lampard dikutip berasal dari web site resmi klub.

Melawan Tottenham, kata Frank Lampard, diakui sebagai keliru satu laga terbaiknya di Chelsea sejauh ini. Karena terasa benar-benar puas, Frank Lampard terhubung peluang untuk tetap memakai formasi 3-4-3 pada musim 2019/2020 ini.

“Saya banyak berdiskusi bersama dengan staf pelatih minggu lalu, kita banyak berlatih minggu lalu, dan ternyata berhasil. Ini tentunya suatu hal yang sanggup kita memanfaatkan dan kita sanggup lihat bagaimana kita melangkah maju,” kata manajer 41 th. tersebut.

Ever Banega yang Selalu Bisa Diandalkan

Ever Banega yang Selalu Bisa Diandalkan – Ever Banega memang udah berusia 31 tahun. Namun, gelandang Argentina itu selamanya merupakan pilar mutlak Sevilla. Dia selamanya sanggup diandalkan. Berkat dia juga, Taruhan Bola Sevilla sejauh ini bertengger di papan atas La Liga.

Ever Banega yang Selalu Bisa Diandalkan

Sevilla bertandang ke markas Real Mallorca pada pekan ke-18 La Liga 2019/20, Sabtu (21/12/2019). Sevilla menang 2-0.

Sevilla unggul lewat gol Diego Carlos dari assist Banega di menit 20. Sevilla kemudian menggandakannya lewat eksekusi penalti Banega di menit 63.

Dengan performa melawan Mallorca, artinya Banega udah berkontribusi segera di dalam terciptanya lima dari delapan gol paling akhir Sevilla di La Liga.

Samir ‘Batman’ Handanovic, Penjaga Kedamaian Benteng Terakhir Inter Milan

Samir ‘Batman’ Handanovic, Penjaga Kedamaian Benteng Terakhir Inter Milan – Samir Handanovic adalah kiper tangguh yang tak gampang ditaklukkan. Kiper Inter Milan pemilik julukan ‘Batman’ itu sudah bertahun-tahun tunjukkan kehebatannya di Serie A. Taruhan Bola Dia merupakan penjaga kedamaian benteng paling akhir lini pertahanan La Beneamata.

Samir ‘Batman’ Handanovic, Penjaga Kedamaian Benteng Terakhir Inter Milan

Inter menang 4-0 menjamu Genoa di pekan ke-17 Serie A 2019/20, Minggu (22/12/2019). Inter menang tanpa kebobolan. Ini tak terlepas dari peran Handanovic, yang bisa mementahkan seluruh ancaman Genoa.

Inter menang melalui doppietta Romelu Lukaku, satu gol Roberto Gagliardini, dan penalti striker muda debutan Sebastiano Esposito.

Genoa bukannya tanpa peluang. Tim tamu tiga kali mengancam gawang Inter melalui Domenico Criscito dan Antonio Sanabria (2). Namun, tiga shots on tujuan mereka dinetralisir oleh Handanovic, yang mengawal gawang tuan rumah.

Handanovic sudah mencatatkan 100 clean sheet dengan Inter di Serie A, sejak gabung dari Udinese terhadap musim 2012/13. Selama periode yang mirip (dari musim 2012/13), torehan clean sheet kiper 35 tahun Slovenia itu lebih banyak dibandingkan kiper-kiper lain di liga tertinggi Italia.

Handanovic mendapatkan julukan ‘Batman’ berkat penyelamatan-penyelamatan akrobatiknya. Dia bisa memberi tambahan rasa tenang bagi para pemain belakang.

Dia adalah penjaga kedamaian benteng paling akhir Inter Milan.

Mikel Arsenal Langsung Beri Ultimatum untuk Para Bintang Arsenal

Mikel Arsenal Langsung Beri Ultimatum untuk Para Bintang Arsenal – Manajer anyar Arsenal, Mikel Arteta langsung memberikan peringatan bagi para pemain bintang The Gunners untuk sanggup memenuhi tuntutannya atau jika tidak, Pasang Bola mereka dapat tersingkir berasal dari skuad.

Mikel Arsenal Langsung Beri Ultimatum untuk Para Bintang Arsenal

Jumat (20/12/2019), Arteta resmi meninggalkan pekerjaannya sebagai asisten Guardiola di Manchester City untuk ulang ke Arsenal terima pinangan mantan klubnya.

Sebelumnya, Arsenal tanpa manajer tetap sejak akhir November lantas disaat mereka memecat Unai Emery. Freddie Ljungberg sempat ditunjuk jadi pelatih kala sebelum saat kini mereka mengangkat Arteta.

Arteta mengakui bahwa keadaan Arsenal kala ini lumayan mengkhawatirkan. Ia melihatnya sendiri disaat ia masih bersama dengan Manchester City mampir ke Emirates Stadium pekan lalu.

“Bukan cuma soal performa, tetapi termasuk soal atmosfer dan energi. Itu sedikit merisaukan saya,” ujar Arteta di dalam konferensi pers layaknya dikutip Goal International.

“Saya mengerti bahwa mereka [fans] pernah terbiasa bersama dengan keberhasilan dan berjuang menggapai suatu hal dan kini susah bagi mereka untuk mencerna keadaan ini,” tambahnya.

Jika Dibandingkan dengan Unai Emery Mari Kita Intip Gaji Arteta

Jika Dibandingkan dengan Unai Emery Mari Kita Intip Gaji Arteta – Mikel Arteta pada akhirnya diresmikan sebagai pelatih baru Arsenal usai negosiasi intens didalam sepekan terakhir. Arteta meneken kontrak sampai 2023, mengambil alih Pasang Bola Unai Emery yang dipecat sebagian pekan lalu.

Jika Dibandingkan dengan Unai Emery Mari Kita Intip Gaji Arteta

Beberapa pekan terakhir, Arsenal mengarungi musim di bawah Freddie Ljungberg sebagai pelatih interim. Sayangnya Ljungberg diakui gagal memunculkan tim, pencarian pelatih baru pun tetap berlanjut.

Setelah pertimbangkan sejumlah kandidat, layaknya Carlo Ancelotti dan Massimilano Allegri, pilihan Arsenal tiba pada Arteta. Keputusan ini berisiko, mengingat Arteta tidak mempunyai cukup pengalaman.

Arteta terlalu menghadapi tugas berat pada kesempatan pertamanya sebagai pelatih utama. Dia perlu merampungkan sejumlah persoalan Arsenal yang terlalu buruk.

Di antara banyak persoalan itu, yang paling gawat adalah mengembalikan identitas klub. Pertahanan Arsenal bisa saja buruk, namun yang lebih parah adalah mereka tidak mempunyai gaya bermain spesifik yang seharusnya jadi ciri khas.

Selain itu, ada banyak persoalan lain yang belum disebut. Arteta terlalu menghadapi tantangan besar, terlebih kecuali pihak klub tidak mampu beri tambahan bantuan maksimal di bursa transfer.

Soal Derbi Manchester Jilid 2, Solskjaer dan Rashford Beda Pendapat

Soal Derbi Manchester Jilid 2, Solskjaer dan Rashford Beda Pendapat – Derby Manchester bakal kembali tersaji setelah Manchester United berjumpa Manchester City pada semifinal Carabao Cup. Kendati demikian, Ole Gunnar Solskjaer dan Taruhan Bola Marcus Rashford mempunyai pandangan berbeda soal Derbi Manchester jilid dua tersebut.

Soal Derbi Manchester Jilid 2, Solskjaer dan Rashford Beda Pendapat

Setan Merah berhasil melaju ke babak empat besar Carabao Cup setelah mencundangi Colchester United bersama skor 3-0 pada Kamis (19/12/2019) dini hari WIB. Sementara Man City menang 3-1 di markas Oxford United di saat bersamaan.

Berdasarkan hasil undian, dua klub asal Manchester itu bakal kembali adu kekuatan, tepatnya di semifinal. Pertemuan ini diyakini bakal berlangsung menarik.

MU ataupun Man City disebut mempunyai misinya masing-masing. Manchester United disebut bakal mengupayakan untuk kembali unggul atas rival sekotanya itu.

Sementara Man City diyakini bakal balas dendam atas kekalahan 1-2 di dalam laga lanjutan Premier League 8 Desember 2019 lalu. Melansir dari Metro, Kamis (19/12/2019), Marcus Rashford yakin Manchester United dapat mengalahkan Manchester City untuk ke dua kalinya.

“Semua berlangsung baik hari ini dan kami melaju ke semifinal. Mari kembali tebar ancaman untuk derby juga,” bunyi unggahan Marcus Rashford di akun Twitter personalnya.

“Ingin melindungi Manchester tetap merah?” tambahnya.

Unggahan itu disebut menjadi bukti kepercayaan diri Marcus Rashford jelang derby Manchester. Namun, pendapat Marcus Rashford itu berbeda bersama kepercayaan sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer.

Ronaldo Bercerita Soal Selebrasi ‘Siiiuuu’ Miliknya yang Ikonik

Ronaldo Bercerita Soal Selebrasi ‘Siiiuuu’ Miliknya yang Ikonik – Ada satu yang tetap dinanti-nanti fans setia Juventus kala menyaksikan pertandingan secara segera di Stadion. Itu adalah selebrasi berasal dari sang bintang, Taruhan Bola Cristiano Ronaldo, tiap tiap berhasil mencetak gol.

Ronaldo Bercerita Soal Selebrasi ‘Siiiuuu’ Miliknya yang Ikonik

Setelah mencetak gol, Ronaldo kebanyakan berlari ke arah pentonton sembari tunjukkan ekspresi gembiranya. Lalu setelahnya, ia melompat dan membelakangi para pemirsa yang dapat berteriak ‘Siiiuuu’ secara berbarengan.

Selebrasi selanjutnya bergaung kencang di Stadio Comunale Luigi Ferraris, Kamis (19/12/2019). Ya, Ronaldo mencetak gol ke gawang Sampdoria di dalam laga lanjutan Serie A menjelang babak pertama usai.

Berkat gol tersebut, Juventus berhasil menjadi pemenang bersama skor tidak tebal 2-1. Gol berasal dari skuat asuhan Maurizio Sarri lainnya dicetak oleh Paulo Dybala di awal pertandingan.

Ronaldo berkesempatan untuk bercerita soal awal mula selebrasi itu tercipta kala diwawancarai oleh DAZN. Semua bermula kala pria berkebangsaan Portugal selanjutnya masih membela klub sebelumnya, Real Madrid.

“Saya mulai mengatakan itu kala masih di Real Madrid. Saat kami semua menang, mereka, berkat ‘siii!’. Saya sesudah itu mulai bicara seperti itu, tidak jelas mengapa. Muncul secara natural berasal dari saya,” ungkap Ronaldo.

“Saya ingat di dalam jaman pra-musim di Los Angeles. Kami bermain kontra Chelsea, saya mencetak gol dan jalankan ini [sembari mempraktikkan selebrasinya],” lanjutnya.

“Orang-orang berkata, ‘mengapa anda jalankan itu?’ saya tidak tahu. Saya melakukannya, berputar, namun secara natural, karena saya tetap bicara bahwa perihal terbaik muncul bersama cara yang alami,” tambahnya.

Sekarang Liverpool Ingin Juarai Setiap Kompetisi yang Ada

Sekarang Liverpool Ingin Juarai Setiap Kompetisi yang Ada – James Milner bercerita soal transformasi yang berjalan di dalam tubuh Liverpool. Dari sebuah klub dengan minim prestasi sampai menjadi tim yang berambisi Pasang Bola mendambakan menjadi juara di tiap tiap kompetisi.

Sekarang Liverpool Ingin Juarai Setiap Kompetisi yang Ada

Sebelum Jurgen Klopp datang, Liverpool memang sedang mengalami paceklik prestasi. Pelatih asal Jerman itu singgah dalam situasi the Reds tak pernah ulang capai trofi semenjak th. 2012 lalu, itupun berasal berasal dari ajang Carabao Cup.

Pelan tetapi pasti, Klopp merubah wajah Liverpool. Dan hasilnya terlihat sadar pada th. 2019 ini, di mana the Reds sukses terlihat sebagai juara Liga Champions. Itu adalah trofi Liga Champions pertamaya sejak th. 2005 silam.

Dan sepertinya, bakalan ada ulang ‘paceklik’ Liverpool yang bakal berhenti di musim ini. Sekarang mereka memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan 10 poin berasal dari penghuni peringkat kedua, Leicester City.

Sayang, mereka sudah dipastikan takkan memperoleh trofi dalam ajang Carabao Cup. Pada hari Rabu (18/12/2019) dini hari tadi, mereka dipastikan tersingkir sehabis kalah telak berasal dari Aston Villa dengan skor 0-5.

Namun itu tidak kurangi ambisi the Reds untuk capai gelar juara di musim ini. Mereka sedang menatap satu trofi yang mampu diraih pada th. 2019 ini, Piala Dunia Antarklub. Perjalanan mereka bakal di awali hari Kamis (19/12/2019).

Menjelang laga, Milner menceritakan sedikit masa-masa awal di mana dirinya pertama kali bergabung dengan the Reds. Perlu diketahui bahwa Milner tiba di Anfield pada th. yang sama dengan kedatangan Klopp.

“Sejak saya berada di klub, yang paling penting bagi klub adalah memperoleh trofi pertama untuk masuk dalam kabinet,”