Misteri Tanaman Hanjuang – Kisah Nyata

 Misteri Tanaman Hanjuang – Kisah Nyata

Indonesia ialah salah satu negeri yang dikaruniai kekayaan pangkal energi alam yang banyak. Salah satu kekayaan alam nusantara merupakan berbentuk beraneka ragam flora yang terhambur di seluruh arah negara.

Di DesaGirijaya, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, ada tumbuhan yang dikira eksklusif sebab mempunyai khasiat yang luar lazim. Tumbuhan ini bernama hanjuang serta diyakini dapat mencegah warga dari mara ancaman.

Diambil dari Dikutip dari kultur. kemdikbud. go. id, tumbuhan ini dikira bagaikan Sawen Tulak Bala yang diyakini mempunyai daya spesial buat mengusir serta menyangkal seluruh mara ancaman.

Dengan cara turun temurun, warga Dusun Girijaya yakin bila tumbuhan itu ditanam di depan rumah hendak mencegah owner rumah dari peristiwa yang tidak di idamkan, semacam antaran sihir ataupun teluh.

Umumnya tumbuhan istimewa itu diikat serta diberi berkah setelah itu diletakkan di titik khusus, bagus di dalam ataupun di luar rumah supaya owner rumah diberi keamanan. daun tumbuhan dengan julukan latin Cordyline yang bercorak merah ini mempunyai beraneka ragam isi berguna semacam zat flavonoid, tanin, saponin, zat besi, timidine, kalsium oksalat, steroida, polisakarida, serta polifenol.

Tidak hanya itu, tumbuhan yang lazim diucap Delman ini pula mempunyai watak antibakteri, antikoagulan, serta antiproliferatif yang sebanding dengan isi kontra kanker alhasil amat sesuai buat menyembuhkan berak darah, ambeien, radang gusi, serta batu berdahak berdarah dan sanggup melancarkan datang bulan.

Mitos Tanah Jawa Yang Belum Banyak Orang Tahu

Mitos Tanah Jawa Yang Belum Banyak Orang Tahu

Narasi horor dapat memunculkan perasaan khawatir, apalagi guncangan pada beberapa orang. Tetapi, penggemar narasi horor malah senantiasa menanti- nantikan konten horor buat mencoba keberanian diri serta berikan kebahagiaan hati.

Bonaventura Bel serta Christian Banisrael bekerja sama dengan sebagian teman yang lain membuat konten horor yang mengulik dongeng asal usul serta misterius yang terdapat di Pulau Jawa.

Setelah itu dibagikan di alat sosial. Tidak tidak sering kisah- kisah mereka jadi trending di Youtube serta Twitter. Saat ini, narasi- narasi horor yang dekat dengan warga ini dapat dinikmati dalam wujud novel.

” Novel Cerita Tanah Jawa ini mengutip narasi dari dongeng, keyakinan, babad yang terdapat di Jawa yang bersumber pada kabarnya tuturnya. Nah, novel ini menanggapi dongeng serta misterius yang terdapat di Jawa,” jelas Bel di Surabaya, kemarin.

Bel serta Christian turun langsung ke posisi narasi itu berawal. Di antara lain, Blitar, Klaten, serta Jakarta.” Kita pula pertanyaan ke pelapor yang berhubungan,” ucapnya.

Bagi Bel, kultivasi novel Cerita Tanah Jawa ini menginginkan durasi sepanjang kurang lebih 1- 2 bulan. Dengan keseluruhan 90- 100 cerita mengenaskan di era kemudian.” Sampai dikala ini juga sedang terdapat keyakinan Kejawen. Perihal ini meyakinkan kalau tingkatan kebatinan pada era kemudian amat besar,” tuturnya.

Bagi Bel, tiap konten wajib dihidangkan dengan story telling yang bagus. Deskripsinya terbuat dengan cara perinci seluk beluk bumi lain itu.” Tantangannya gimana melukiskan itu supaya masuk di ilmu mantik pembaca,” tuturnya

Gunung Paling Angker Indonesia

Gunung Paling Angker Indonesia

Urbanreaders, tentu sempat denger dong” jalur berhantu” di sekitar kamu? Ingin di deket rumah, deket sekolah ataupun kantor, tentu terdapat aja cerita jalanan yang dikira berhantu oleh masyarakat dekat.

Semacam cerita salah satu account di Kaskus ini nih bernama Mantabsoull. Melalui account itu, sang owner memberikan suatu cerita horror satu tahun kemudian, persisnya 12 April 2018 kemudian.

Kabarnya, tuturnya cerita ini terjalin lama saat sebelum ibunya menikah. Dikala itu, sang Bunda sedang bermukim di suatu dusun yang tidak diberitahu lokasinya.

Namanya dusun, tentu terdapat dong adat ataupun adat khas yang sedang dilestarikan supaya tidak kemakan era.

Nah, di dusun bunda sang owner account ini dahulu terdapat pementasan jaran lumping yang sedang terkenal sangat.

Dari belia sampe yang berumur, ingin dari kerangka balik apapun, seluruh gabung serta nonton pertunjukkan jaran lumping di dusun itu.

Ceritanya, Bunda serta adiknya durasi itu jadi salah satu pemirsa pementasan jaran lumping malam itu.

Kegiatan berjalan hidup, banyak masyarakat yang tiba serta terhibur menyaksikannya. Tetapi tanpa terasa durasi lalu dengan kilat. Sampai kesimpulannya malam terus menjadi larut.

Alhasil, Bunda serta tantenya itu menyudahi buat kembali walaupun pementasan sedang jauh.

Berbekal sepeda motor lawas, kedua perempuan itu melawan dinginnya malam serta awan yang menutup jalur.

” Mbak, saya ketahui jalur yang kilat!” tutur sang Bibi yang mengemudikan.

” Tergantung deh yang berarti kilat hingga, dari di marahin serupa Bunda,” tutur Bunda dengan aksen bahasa jawa.

Kesimpulannya keduanya menyudahi buat memilah jalur pintas itu.

Di simpangan jalur, Bibi menyudahi ambil jalur pintas yang dianggapnya akan lebih kilat hingga ke rumah.

Nyatanya, jalur yang mereka ambil merupakan jalur yang hitam serta penuh semak- semak di bagian kiri serta kanan jalur.

Jalur pintas yang diseleksi nyatanya membuat Ibunya merinding. Terkini masuk jalur ini aja, sang Bunda tuturnya udah memakan air liur sembari memandang tumbuhan di sekelilingnya.

” Melalui mari nyaman tak?” pertanyaan sang Bunda.

Nyatanya, wujud seseorang nenek berumur berbulu putih dengan mata menyala timbul di hadapan mereka.

Tanpa selembar kain di badannya, si nenek berjalan berkerumun semacam seekor galagasi.

” Amati!!” jerit Bunda.

Melihatnya, sang Bibi langsung meninjak rem serta motor juga menyudahi.

” Terdapat apa toh mbak?!” tutur Bibi jengkel.

” Mulanya terdapat yang nyebrang” jawab sang Bunda.

” Mana Mbak? Saya tak amati apa- apa” menanggapi Bibi.

Balasan sang adik juga kian membuat Ibunya kebimbangan.

” Iya, mulanya ia nyebrang masuk ke belukar yang di kiri” menimpali Bunda.

Merinding mengikuti percakapan sang abang, Bibi langsung tusuk gas kencang- kencang tanpa hirau situasi jalur malam itu.

Untungnya keduanya aman hingga di rumah orang berumur mereka.

” Kamu ini kenapa kembali malam sangat?!” tutur si Nenek yang sudah menunggu Bunda serta Bibi.

” Hah? Jam berapa toh Buk?” jawab Bibi ke Nenek.

” Lha amati itu telah jam 2 malam” jawab Nenek.

” Hah?!!” keduanya juga kaget.

Bunda juga menggambarkan pertanyaan jalanan yang mereka tempuh buat hingga ke rumah malam itu.

” Owalah dasar edan! Mengapa kamu melalui sana? Profit dapat kembali!” tutur Nenek.

Lha mengapa toh Buk?” pertanyaan Bunda.

Nyatanya, kabarnya jalur itu diketahui dengan” Gunung Kecil” ataupun gunung kecil.

Artinya, jalur itu merupakan jalanan melampaui busut yang kiri nya ialah anak ataupun lazim diucap lembah kecil.

Nyata aja rute itu tidak sering dilewati orang, apalagi di hari khusus tidak bisa terdapat yang melintas. Ngerinya lagi, nyatanya jalur itu kerap jadi rute iring- iringan jenazah!

Iring- iringan itu senantiasa mucul dari akhir serta lenyap seketika kala mendekati simpangan. Hiiii.

Tetapi tuturnya sih, jika berani ingin melalui hendaknya bunyikan klakson buat buat mengakhiri nenek- nenek yang ingin menyebrang. Banyak apa yang ditemui Bunda serta Bibi nya itu, guys.

Apalagi tuturnya kerap pula terdapat musibah, bagus riingan hingga akut seluruh sempat peristiwa di situ.

Pada umumnya, konsumen jalur yang sial itu tidak dapat mengatur kendaraannya. Kerap pula terdengar suara orang menggumam dengan bunyi semacam berharap nama lain komat- kamit.

Duh, jika udah denger yang banyak sedemikian itu, juru mudi tuturnya wajib sangat lekas pergi rute itu. Ataupun tidak, betul nasibnya hendak serupa semacam konsumen jalur yang sial lainjya.

Hektometer, Ngeri pula betul guys. Jika di daerahmu, terdapat pula tidak sih” jalur berhantu” banyak narasi Mantabsoull

Kisah Angker Hotel Penuh Dengan Darah

Kisah Angker Hotel Penuh Dengan Darah

Cerita horor umumnya dimulai dengan timbulnya perasaan tidak lezat dikala awal kali masuk ke dalam kamar

Semacam pengalaman horor di penginapan yang aku natural. Dari luar, situasi penginapan yang aku tempati tidak terdapat permasalahan serta tidak terdapat keajaiban serupa sekali. Tetapi tidak tahu mengapa aku merasa kira- kira abnormal kala kaki berjalan masuk ke dalam lobi. Aku cuma berasumsi kalau situasi tubuh aku letih sebab letih sehabis melaksanakan sebagian kegiatan.

Sehabis memperoleh kunci kamar, aku juga bergegas mengarah kamar buat rehat. Tetapi senantiasa saja aku sedang merasa tidak lezat tubuh. Aku berupaya menghenyakkan tubuh sejenak di kasur serta setelah itu bernazar buat mensterilkan tubuh.

Hari juga mulai hitam, aku menyudahi buat mandi. Berambisi seluruh rasa letih yang aku rasakan lenyap. Sehabis aku berakhir mandi, aku juga pergi serta merasa kaget karena aku memandang seluruh gordin serta jendela terbuka. Alhasil angin juga dengan leluasa masuk ke dalam kamar, sebab telah petang aku juga bergegas menutupnya.

“ Jederrrrrr…….!” Aku juga terperanjat terkejut kala mengikuti pintu kamar mandi tertutup dengan keras. Kali ini bulu gitok aku betul- betul berdiri. Aku memandang ke arah kamar mandi sejenak saat sebelum membuka kunci kamar serta pergi.

Aku menggambarkan pada sahabat aku mengenai peristiwa yang terkini saja aku natural serta menayakan kepadanya pula apakah ia yang membuka seluruh jendela serta gorden kamar? Tetapi sahabat aku cuma menanggapi kalau ia terkini saja tiba ke penginapan serta belum masuk ke dalam kamar. Kemudian siapa yang membuka gordin serta jendela?

Bisa jadi, Kalian juga sempat mengikuti, suara bising di tengah malam yang tidak dikenal dari mana asal muasalnya

Sering- kali aku berat kaki buat menghiraukan kondisi dekat dikala menginap di penginapan. Terlebih apabila situasi tubuh telah letih. Sehabis masuk ke dalam kamar, perihal yang aku pikirkan merupakan tidur. Tetapi naas, malam itu aku tidak dapat tidur.

Bermacam perihal aku jalani, mulai dari chat serupa sahabat, mencermati nada sampai membaca novel. Umumnya, apabila mata aku letih hingga hendak terkatup dengan sendirinya. Aku melihat jam pada layar ponsel pintar aku. Tidak terasa telah jam 12 malam.

Kala mata telah mulai berat, aku menaruh novel yang aku baca serta tidur. Terkini memejamkan mata, aku juga terdesak membuka mata serta bangun. Aku mengikuti suara kanak- kanak bercanda cepat sekali. Aku bungkam serta berupaya mencari pangkal suara itu. Terus menjadi cepat serta terus menjadi bising.

“ Duh, ini anak, bunda ayahnya kemana sih? Jam segini belum tidur justru bising!”

Aku berbicara meluapkan kekesalan. Awal aku sedang dapat adem, lambat- laun aku merasa teganggu sebab terus menjadi bising serta riuh. Dengan sedikit rasa jengkel, aku menelpon receptionist. Supaya pihak penginapan yang menyapa pengunjung sisi. Tetapi data dari pihak penginapan malah membuat aku terus menjadi terkejut.

“ Maaf Bunda, sisi kamar Bunda telah melaksanakan check- out mulanya siang, serta saat ini kosong.”

Kemudian siapa yang bising malam- malam demikian ini? Hingga pagi menyingsing aku tidak memperoleh tanggapannya.

Yang sangat mengerikan, kala wajib bertatap wajah dengan insan yang seharusnya tidak kasatmata

Pengalaman abnormal yang aku natural bersama seseorang sahabat di sesuatu penginapan di Belitung senantiasa jadi percakapan menarik. Tidak tahu mengapa tiap kali berjumpa dengannya, kita antusias mangulas penginapan itu yang bagi kita itu merupakan penginapan teraneh.

Dikala itu, aku serta Marisa tidak turut partisipan yang lain buat menjajaki penutupan event. Kita telah letih, serta aku sendiri mengidap radang kerongkongan. Dari petang kita cuma melaksanakan aktivitas di kamar, aku tidur sedemikian itu pula Marisa. Dekat jam 10 malam, aku tersadar serta aku mengalami Marisa lagi memainkan ponsel pintar kepunyaannya.

Kita juga ngobrol serta aku mengajak ia buat pergi ke lobi sebab jenuh di kamar. Tanpa pikir jauh Marisa juga menyepakati bujukan aku. Sehabis puas di lobi, kita juga masuk ke dalam kamar serta aku mengatakan padanya“ Kayaknya saya hendak sulit tidur deh, seharian tidur kebangun jam segini.” Marisa cuma terkekeh. Sehabis itu aku juga tidak ingat apa- apa.

***

Malam itu, pada dikala kita masuk ke dalam kamar, warnanya aku telah terlelap semenjak tubuh aku memegang kasur. Sedangkan Marisa malah tidak dapat tidur serta berusah tidur sembari main hp. Tetapi seketika ia memandang wujud perempuan putih terletak pas di dasar kaki aku. Berdiri dengan rambut jauh yang buyar serta posisi kepala yang membungkuk.

Tiba- tiba Marisa juga terkejut serta jerit. Tetapi, aku tidak merespon teriaknnya serta sedang terlelap dalam tidur. Alegori mimpi kurang baik ia juga lekas memejamkan mata serta komat- kamit membaca permintaan. Malam itu seakan jadi malam terburuk buat Marisa serta rasa abnormal yang aku rasakan semenjak menaiki kamar itu juga terjawab telah.

Tetapi, inilah puncaknya, suara- suara horor yang mencekam serta membuat kita terdiam

Rasanya abnormal kala aku serta keluarga memutusakan buat memesan penginapan dikala liburan di salah satu tempat darmawisata di Purwokerto. Harga kamar yang aku catatan tidak sangat mahal serta tidak sangat ekonomis. Prasarananya juga cukup bagi aku. Serupa semacam hotel- hotel pada biasanya yang terdapat di dekat zona darmawisata.

Masa liburan membuat penginapan yang kita tempati marak. Aku juga merasa kalau sisi kanan serta kiri kamar aku ditempati pengunjung lain. Malam itu, aku tidur bersama abang aku, serta badan keluarga lain terletak di kamar yang berlainan.

Di tengah- tengah banyolan kita, seketika terdengar suara abnormal dari kamar sisi. Tiba- tiba kita juga mengakhiri percakapan. Tetapi, sehabis kita bungkam malah suara itu lenyap. Seakan tidak menghiraukan kita juga meneruskan ngobrol lagi sampai suara dari kamar sisi terdengar nyata.

“ Suara apa sih itu kak?” Sebab penasaran, aku juga menanya pada abang aku serta ia cuma meningkatkan pundak, membagikan pertanda kalau ia juga tidak ketahui itu suara apa?

“ Ah.. ah…ah…ah…. telah mas….!”

Tiba- tiba aku serta abang aku silih memandang serta setelah itu kita juga terkekeh mengikuti suara itu kian cepat.

Harta Karun Forrest Fenn Masih Jadi Misteri

Harta Karun Forrest Fenn Masih Jadi Misteri

Pada 7 September 2020 kemudian, pengarang sekalian aktivis seni Forrest Fenn dikabarkan tewas bumi. Beliau tewas bumi di rumah pribadinya, Santa Fe, New Mexico di umur 90 tahun.

Pada 2009 kemudian, Forrest Fenn luang membuat khalayak gempar dengan berterus terang sudah merahasiakan boks harta karun bermuatan perhiasan senilai lebih dari Rp2, 8 miliyar. Kehadiran boks itu sampai saat ini sedang belum dikenal.

Dalam novel bertajuk The Thrill Of The Chase, Fenn luang berikan misteri hal harta karun yang disembunyikannya.

Pada novel itu Fenn mengklaim boks harta karun itu tertanam di sesuatu tempat di pegunungan Rocky, persisnya di 5. 000 kaki di atas dataran laut.

Boks itu dikabarkan bermuatan bermacam kencana, adiratna, sampai batu safir serta permata. Fenn pula membagikan petunjuk lain yang menjelasakan kalau boks itu dirahasiakan di suatu tempat di mana air hangat menyudahi, serta di membawa ke dasar ngarai

Banyak orang yang berupaya buat mencari harta karun punya Fenn. Salah satunya ialah seseorang pengacara asal Chicago. Beliau berkata kalau sudah menghabiskan puluhan ribu poundsterling buat menciptakan harta karun itu. Tetapi sampai saat ini belum terdapat hasil serupa sekali.

Pada bulan Juni kemudian, Fenn memublikasikan di web pribadinya kalau seorang bisa jadi sudah menciptakannya. Tetapi sampai saat ini identitas

orang itu tidak sempat dikatakan oleh si pengarang.

“ Boks itu terletak di dasar atap, di hutan Pegunungan Rocky yang rindang serta tidak beralih aku pindahkan semenjak awal kali aku sembunyikan lebih dari 10 tahun yang kemudian,” ucap Fenn kala itu.

Aku tidak ketahui orang yang menciptakannya, namun syair di novel aku membawanya ke tempat yang pas,” imbuh Fenn.

Akhirnya, Misteri Kisah KKN di Desa Penari Terungkap

Kesimpulannya rahasia cerita KKN Dusun Bedaya teratasi. Sepanjang 2 hari netizen bertanya–tanya pertanyaan bukti diri serta posisi yang mulai dini dirahasiakan oleh sang pengarang. Saat ini cerita yang di informasikan account anomin melalui twitter itu hendak dibukukan oleh salah satu pencetak.

Dikabarkan tadinya cerita KKN Dusun Bedaya yang dicuitkan oleh account@Simplem81378523 viral serta jadi trending topic awal sepanjang 2 hari berturut–turut di twitter.

Baca pula: Bukan Lereng Gunung Raung, Diprediksi Ini Posisi KKN di Dusun Penari

Cuitan yang diucap pengarang rahasia yang dinaikan dari cerita jelas itu menggambarkan pertanyaan pengalaman seorang yang melaksanakan aktivitas Kuliah Kegiatan Jelas( KKN) di suatu dusun di Jawa Timur.

Tetapi totalitas julukan figur serta dusun itu terencana disembunyikan oleh pengarang. Cerita KKN Dusun Bedaya sendiri mengangkut narasi segerombol mahasiswa yang melangsungkan program kegiatan di suatu dusun.

Sialnya dusun itu ialah dusun yang mempunyai banyak cerita misterius tercantum suatu dusun khayalan yang ditempati oleh hantu. Walaupun begitu, di akhir narasi sang pengarang pula membilai catatan akhlak dimana mahasiswa wajib memajukan etika serta santun adab dikala tengah melaksanakan KKN.

Mendadak cerita yang dikisahkan pada Juni 2019 itu viral sampai dinaikan oleh Youtuber terkenal Raditya Dika dalam siaran Youtube Cenayang EXPERIENCE pada Jumat( 23 atau 8 atau 2019).

Baca pula: Khasiat Baca Narasi Horor`KKN di Dusun Penari` Buat Adaptif

Film itu kesimpulannya meledak serta ditonton sampai 2 juta lebih pada Kamis( 29 atau 8 atau 2019). Konsumen alat sosial berbondong–bondong ke twitter buat membaca sendiri cerita itu. Tetapi sayangnya, tidak tahu kenapa cerita itu dihapus oleh sang pengarang.

Cuma terdapat satu bagian narasi yang senantiasa dipertahankan oleh pengarang yang tidak dinaikan oleh Raditya Dika. Tetapi saat ini rahasia itu mulai teratasi kenapa sang pengarang menghilangkan cuitan pertanyaan KKN Dusun Bedaya tipe awal.

Saat ini cerita itu hendak diterbitkan ke dalam suatu novel oleh pencetak Bukune. Perihal itu dikenal dari cuitan account twitter sah@Bukune“ Ok, telah di tangan. Sedia?#kkndidesapenari,

Cuitan Bukune langsung direspon oleh sang pengarang. Meretweet cuitan itu sang pengarang nampak kegirangan kisahnya hendak dibukukan.

“ Astaga telah hingga pula dokumen aku di Bukune,” catat@Simplem81378523.

Tetapi netizen berambisi cerita hendak dibukukan itu tidak banyak berganti dari cuitan dini yang luang viral.

“ Hei abang ikut senang denger ini, tetapi jgn banyak pergantian( bagian penting) dokter threadnya betul abang, banyak yg udh cinta bgt sm narasi thread itu tercantum saya, mudah- mudahan mudah seluruhnya,” catat@aily_shin.

Bukan cuma dibukukan, netizen pula berambisi cerita itu difilmkan.“ Ini kalau joko anwar yg buat film akan auto populer sih,” catat@rasaa_cokelat.

Pada Jumat malam youtuber Raditya Dika pula memberikan film keterangan pengarang terpaut cerita yang kesimpulannya viral itu.

Melalui suatu catatan suara, sang pengarang menanggapi 10 persoalan yang diajukan Raditya Dika. Salah satu persoalan menanggapi pertanyaan respon pelapor terpaut kisahnya yang setelah itu jadi viral.

“ Jujur saja aku pula merasa tersendat dengan perihal ini, terlebih pelapor pula tersendat sebab ia pula memiliki alat sosial pula, aku cuma dapat tuturkan pada dia kilat ataupun lelet narasi ini hendak berhenti dengan sendirinya,” tutur@Simplem81378523.

Sang pengarang yang sedang tidak berubah- ubah melindungi bukti diri itu pula menarangkan bila beliau tidak sempat mempunyai arti buat membuat cerita itu jadi viral semacam dikala ini.

“ Aku pula tak nyangka bakalan seviral ini apalagi jadi trending poin di twitter, jujur aku sendiri bikin ini tak buat supaya orang mengerti, aku asli ambil cerita ini buat pelajaran spesialnya buat anak–anak KKN,” tutur@Simplem81378523.

Sang pengarang pula membenarkan bila cerita ini tidak hendak mempunyai perkembangan lagi di twitter. Tetapi, baginya terdapat perinci yang tidak beliau catat di twitter sebab sebagian estimasi.

Beliau pula luang menyinggung pertanyaan konsep publikasi novel. Beliau tidak menampik bila terdapat pencetak yang ingin menerbitkan novel dari cerita yang ditulisnya di twitter.

“ 2 pelapor ini apakah terpikat dijadikan novel, serta detail–detail yang tidak aku ceritakan di twitter dijadikan sejenis penataran, supaya dapat menjangkau khalayak yang lebih besar,” tutur@Simplem81378523.

Dikabarkan Wartakotalive. com tadinya narasi Dusun Bedaya itu luang ditulis bersambung sepanjang 11 hari dari bulan Juli sampai Agustus 2019.

Ceritanya segerombol mahasiswa simak KKN sepanjang 6 minggu. Pendek narasi keenam mahasiswa serta mahasiswi ini hingga di posisi tujuan dijemput 6 laki- laki catok berumur dengan motor jelek bawa masuk ke dusun itu.

” Cuk sepedaan lah,” ucap salah satu mahasiswa bahasa ini dikira biasa dari kota ia berawal. Tetapi tanpa siuman perkataan itu membuat jengkel para penjemputnya.

Dengan motor kesimpulannya mereka mengarah dusun KKN, sejauh jalur salah seseorang mahasiswi mengikuti suara klonengan.

Apalagi salah seseorang temannya luang memandang terdapat yang berajojing tidak hanya mengikuti suara klonengan pula.

Keesokan harinya kaum mahasiswa KKN ini dibawa kisaran dusun oleh Kepala Dusun. Awal yang diamati lingkungan kober yang ditutupi kain gelap buat melainkan kalau itu posisi penguburan.

Salah satu mahasiswa nyeletuk,” orang bebal pula dapat melainkan kober serta alun- alun bola,” ucapnya.

” Mudah- mudahan kamu ketahui dengan apa yang diomongkan,” ucap sang Kepala Dusun yang nampak tersindir dengan perkataan mereka.

Dari kober, mereka mengarah sinden kolam yang airnya pergi dari tanah. Disana nampak sebagian sesajen yang ditaruh di atas tampah serta terdapat makanannya. Ditambah bau menyan.

Dari sana terdapat salah satu mahasiswi yang tidak lezat tubuh serta diantar kembali.

Lebihnya meneruskan ekspedisi ke Tipak Talas dimana kaum tidak bisa melampaui jalur yang terbuat serampangan. Di kiri kanan jalur ditutup kain merah yang diikat dengan janur seperti perkawinan.

” Itu cuma hutan luas tidak bisa dilewati sebab khawatir tersesat. Jika lenyap gimana,” ucap Kepala Dusun.

Singkatnya mereka juga kembali ke rumah Kepala Dusun. Kala mereka ingin mandi nyatanya tidak terdapat rumah yang memiliki kamar mandi sendiri.

Buat mandi mereka wajib ke kolam sinden. Kemudian malamnya terdapat yang mau mandi kemudian memohon dampingi temannya ke sinden.

Hingga di sinden terhirup aroma bau menyan serta ada sajen. Tidak lama masuk ke dinding terdengar cemas suara orang menyinden.

Kemudian mereka juga balik ke rumah. Kala ingin tidur, salah seseorang mahasiswi tiba–tiba pergi serta berajojing di alun- alun tanpa dasar kaki. Ucap saja Widia, ia berajojing dengan senyum abnormal. Mukanya berganti menyeramkan dengan mata terkatup.

Bagi Datuk disana mahasiswi itu telah dibuntuti mahluk lembut.

Singkatnya banyak peristiwa abnormal mengenai mereka semacam terdapat seonggok pancang di dalam teko.

Hingga terdapat seseorang bedaya dengan tubuh yang baik tetapi sehabis dihampiri wajahnya datar.

Tidak hanya itu terdapat sebagian kali memandang orang acara di suatu dusun hingga mereka ditawari santapan serta memandang bedaya menawan. dikala santapan dibuka nyatanya buka kue yang mereka makan di acara tetapi kepala monyet yang bau anyir.

Narasi mengerikan juga bersinambung sampai salah satu mahasiswi dirasuki arwah lembut.

Di kesimpulannya narasi 2 partisipan KKN tewas bumi dengan situasi abnormal, terdapat yang 3 bulan matanya tidak dapat ditutup. Dan terdapat pula yang senantiasa jerit ular.

Bisa yakin bisa tidak, cerita KKN ini luang dilansir di alat nasional serta ingin menggugat pihak kampus.

Kamis Mistis: Kisah-Kisah Menyeramkan Tentang Keangkeran Lawang Sewu


Pemerintahan Belanda banyak mewarisi gedung-gedung bersejarah yang masih tetap berdiri kokoh hingga sekarang, dan salah satunya adalah Lawang Sewu. Kisah gedung ini tak terlepas dari sejarah industri kereta api di Indonesia karena menjadi kantor pusat dari Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch – Indische Spoorweg Maatscappij (NIS).

NIS sendiri adalah perusahaan kereta api swasta di masa pemerintahan Hindia Belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia dan menghubungkan Semarang dengan “Vorstenlanden” (Surakarta dan Yogyakarta), dengan jalur pertamanya, jalur Semarang Temanggung 1867.

Pembangunan Lawang Sewu melibatkan dua arsitek asal Belanda yaitu Prof. Jacob F. Klinkhamer dan Bj. Queendag dengan memakan waktu dari tahun 1904 hingga 1907.

Gedung tua ini juga jadi saksi bisu dari pertempuran sengit antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan penjajah Jepang demi mengambil alih jalur kereta api. Setidaknya, belasan pejuang Indonesia gugur dalam pertempuran ini dan dimakamkan tepat di halaman gedung.

Penduduk Semarang lalu menyebut gedung ini dengan nama Lawang Sewu karena terdapat banyak sekali pintu. Sebenarnya jumlah pintunya hanya sekitar 342 saja, tapi karena sangat banyak akhirnya masyarakat setempat menyebut Lawang Sewu atau Pintu Seribu.

Sebagai gedung tua peninggalan Belanda, tak heran banyak cerita-cerita seram seputar Lawang Sewu. Cerita seram Lawang Sewu pun tak cuma populer di wilayah Semarang saja, penduduk luar daerah tak jarang secara sengaja datang atau berwisata ke Lawang Sewu untuk merasakan keangkerannya.

Konon, setiap wilayah di gedung Lawang Sewu terdapat makhluk halus berbagai macam, mulai dari Kuntilanak, Gondoruwo, Arwah Tentara, hingga Nonik Belanda.

Salah satu ruangan yang dikenal paling angker adalah sebuah lorong yang berada di bawah gedung. Di masa pemerintahan Belanda, lorong bawah tanah itu difungsikan sebagai aliran air yang dapat menyejukkan suasana Lawang Sewu.

Namun saat Jepang menduduki wilayah Indonesia, mereka menggunakan lorong tersebut sebagai penjara. Lorong yang hanya setinggi 0,5 meter tersebut, membuat para tahanan hanya bisa jongkok sambil menahan dingin dari air yang mengalir. Banyak tahanan yang akhirnya tewas akibat tak kuat menahan penderitaan selama dalam penjara jongkok.

Konon keangkeran Lawang Sewu mulai dirasakan ketika banyak rakyat Indonesia dan tentara Belanda yang mati secara tragis di sini. Kisah nyata misteri Lawang Sewu bisa Kamu baca di halaman selanjutnya, termasuk dari kisah penampakan yang pernah terekam kamera sebuah acara uji nyali.

Cerita Seram Lawang Sewu yang cukup populer mungkin adalah penampakan kuntilanak yang tertangkap kamera. Kejadian tersebut berlangsung dalam sebuah acara uji nyali yang ditayangkan Trans TV. Konon, tak berselang lama setelah mengikuti uji nyali itu, sang peserta meninggal dunia. Tak ada yang memastikan apakah kematiannya itu berhubungan dengan uji nyali yang dia lakukan di Lawang Sewu.

Kisah Misteri Jembatan Ampera di Palembang

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang menghubungkan Sebrang Ulu serta Sebrang Ilir yang dipisahkan Sungai Musi. Jembatan ini dibentuk pada tahun 60-an. Sampai di kala ini, jembatan Ampera diketahui sebagai ikon utama kota Palembang.

Di samping keelokan serta kemegahan arsitekturnya, Jembatan Ampera nyatanya menaruh banyak teka-teki, lho. Kisah-kisah mistis banyak timbul di warga kota Palembang.
Salah satu yang sangat gempar sampai saat ini merupakan wujud Hantu Banyu. Dari namanya, wujud mahluk halus ini timbul dari permukaan air ataupun dalam bahasa lokal, banyu.
Bagi sebagian penuturan masyarakat sekitar, Hantu Banyu ditafsirkan bagaikan wujud manusia separuh siamang. Dia mencari calon korban yang tengah memancing serta berenang dengan metode menerkamnya di dalam air.

Kisah Mistis Jembatan Ampera di Palembang (1)

Hadirnya mitos menimpa Hantu Banyu di Jembatan Ampera memanglah buat bulu kuduk berdiri. Banyak warga yang tiba ke situ, memilah berjaga-jaga bermain di pinggir Sungai Musi.
Bila Azan Magrib telah berkumandang, ikan-ikan hendak bermunculan di tengah Sungai Musi. Para pemancing yang tengah melaksanakan aktivitasnya dianjurkan menyudahi di kala telah merasa kail pancingnya menyangkut.

Selain hantu banyu, masih banyak lagi kisah misteri yang menyelimuti jembatan Ampera. Berikut ini adalah video tentang misteri lain tentang jembatan Ampera.

Kisah Misteri Jembatan Sembayat, Dihuni Buaya Putih hingga Putri Kerajaan Solo

Jembatan Sembayat yang merupakan penghubung Kecamatan Bungah dan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ternyata menyimpan deretan kisah misteri.

Menurut cerita mulut ke mulut, jembatan yang dibangun sejak zaman Gubernur Jenderal Daendels ini sering terjadi penampakan buaya putih dan dipercaya tempat hilangnya salahsatu putri Kerajaan Solo.

Bahkan di era Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1808, jembatan yang dulunya dinamakan Jembatan Gladak ini pernah menjadikan ratusan manusia sebagai tiang pancang jembatan.

Salah satu tokoh Alumni Pesantren Mambaus Sholihin Suci Gresik, Muhammad Hanif menjelaskan terjadinya orang yang bunuh diri di Jembatan Sembayat merupakan tumbal dari kerajaan Putri Solo.

“Pasti ada tragedi, biasanya kalau mau musim hujan, waktunya arus deras pasti ada, seperti yang dulu yang belum ketemu,” ucapnya.

Menurutnya, ada kerajaan Jin Putri Solo antara dua jembatan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Gresik itu. “Dulu kan ada jembatan lawas sebelum adanya jembatan dua itu, dan juga ada buaya putih,” ujar Hanif.

Dikatakan Hanif, Kerajaan Putri Solo berawal dari jalannya ular hitam besar yang mencari Putri Solo. Bekas jalan ular dari Solo hingga Gresik itu kemudian menjadi berbekas seperti kubangan panjang, hingga akhirnya Bengawan Solo.

“Ular besar dari Solo mencari Putri Solo, bekas jalannya berbentuk Bengawan, ular besar ini menetap di Mengare, dan Putri Solo menetap di Bawah Jembatan Sembayat, dan bisa jadi itu tumbal untuk Putri Solo, karena ular itu wujud dari orang laki-laki,” papar Hanif.

“Makanya kalau ada apa-apa di Mengare aman bahkan gak ada Banjir, meskipun wilayah Kecamatan Dukun kekeringan, tapi Sembayat tidak pernah, mungkin kekeringan hanya airnya bening,” jelas pemuda asli Mengare itu.

Lanjut Hanif, kalau ada orang yang hilang atau jatuh dari Jembatan Sembayat, biaasanya ketemu di sebelah Desa Bedanten, “Korban Ahmad Farid ini ketemunya di baratnya jembatan padahal airnya mengalir ke Timur, ini aneh,” tandasnya.

Masih Hanif, setiap orang tercebur, masyarakat Sembayat menyarankan untuk pergi ke makam Boyot Sembayat, untuk sebagai perantara petunjuk dan pertolongan. Makam itu berada di Timur Jembatan. Makam tersebut hingga kini dikeramatkan warga Sembayat.

“Saat kecebur, keluarga korban Ahmad Farid juga minta kepada orang pintar. Jadi pencariannya di Baratnya jembatan, tidak sampai Bedanten, karena sudah ada petunjuk,” terangnya.

Selain itu, masyarakat Sembayat juga mengkeramatkan ikan mas. Jadi bagi masyarakat sekitar tidak boleh mengambil ikan mas di sekitar Jembatan Sembayat itu. Berdasarkan info yang beredar di masyarakat Mengare, sesuai pengakuan saksi Sopir Lyn Biru yang lewat di Jembatan Sembayat sebelum korban meloncat dan menceburkan diri ke Bengawan Solo, korban diketahui mengejar seorang perempuan berbaju putih.

“Dipanggil orang lyn bemo tidak dihiraukan. Sepeda motor terkunci, dan kunci motor dibawa, dan korban sadar saat sudah tercebur di Bengawan Solo minta tolong. Nah, akan ditolong oleh warga yang sedang mancing dengan perahunya, tiba-tiba mesin perahunya mati,” pungkas Hanif.

Cerita misteri lainnya adalah tiang pancang manusia sebagaimana diceritakan dalam buku Grisse Tempoe Doeloe karya Dukut Imam Widodo. Kala itu Gubernur Jenderal Daendels marah bukan main saat melihat progres pembangunan Jembatan Gladak atau Jembatan Sembayat yang tidak kunjung selesai. Kemarahan itu diluapkan pada bupati Sidayu kala itu. Jenderal Daendels memaksa bupati menyerahkan ratusan warga untuk dipekerjakan secara paksa di proyek Jembatan Gladak.

Lantas manusia yang disiapkan ternyata bukan untuk bekerja membangun jembatan. Namun mereka dijadikan tiang pancang untuk menahan gladak kayu jembatan yang membentang di sepanjang Bengawan Solo. Saat itulah banyak nyawa yang melayang akibat kebijakan keras Gubjen Daendels.

Sejak saat itu kematian para pekerja Jembatan Gladak sering menghantui warga sekitar. Bahkan ada penampakan pada malam tertentu diiringi dengan rintihan suara manusia menahan sakit. Sesekali di sungai terlihat seperti ada orang tenggelam dan minta tolong.

“Saya pernah melihat bayangan orang tenggelam dan minta tolong. Tadinya saya mau nolong dengan berenang, untungnya saya diingatkan oleh ibu-ibu tua di tepi sungai agar tidak dilakukan. Kalau sampai menolong dan berenang, bisa-bisa saya ikut dalam alam orang halus itu alias saya yang tenggelam dan mati,” kata Teguh Haryono, pemancing asal Sukomulyo, Kecamatan Manyar yang sering mancing di tanggul Jembatan Sembayat.

Kisah Misteri Jembatan Tak Berujung di Puncak Pas Bogor yang Dijaga Dua Harimau

Bagi kamu yang sering ke Puncak, Bogor, Jawa Barat, pasti tidak asing dengan salah satu jembatan yang berada di Puncak Pas. Sekilas, jembatan berwarna putih itu tampak seperti jembatan penyeberangan orang. Seperti sepenggal JPO, dan bak jembatan tak berujung.

Jembatan yang selalu ditutup gerbangnya ini menyimpan pertanyaan bagi banyak orang yang lewat. Jembatan yang bernama Riung Gunung ini terlihat sangat tinggi dan tanpa ujung. Saat ini jembatan terlihat tertutup oleh pepohonan.

Dilansir dari berbagai sumber, ternyata terdapat sebuah bangunan vila tua. Vila itu disebut-sebut merupakan tempat peristirahatan Presiden RI pertama Soekarno. Vila tersebut berada di bukit yang ada di balik pepohonan. Bangunan tersebut berwarna putih. Terkadang vila ini masih terlihat, jika kabut sedang tidak menyelimutinya.

Adapun vila ini memiliki rest area tempat helikopter diparkirkan. Menurut sumber yang beredar, saat Soekarno datang ia akan memarkir helikopternya di sana. Namun, di balik vila milik Soekarno tersebut, tersimpan cerita yang kental dengan nuansa mistis.

Menurut warga sekitar, di vila tersebut terdapat kamar rahasia. Meski sudah berpindah tangan, namun kamar rahasia di vila itu masih dijaga oleh pemilik yang baru, kamar rahasia itu tak pernah boleh dibuka, dan pas ke bawahnya ada lubang, bahkan tak ada satupun yang berani masuk ke kamar tersebut.

Bahkan dikabarkan di bawah jembatan terdapat dua harimau yang besar sekali dan sudah sangat tua, bahkan di areal jembatan yang terlihat masih kokoh itu merupakan gerbang menuju gerbang gaib menuju petilasan Prabu Siliwangi dan Pantai Selatan.

Bahkan, jembatan Riung Gunung ini adalah gerbang gaib. Gerbang gaib berbagai penjuru, yang menghubungkan dan ada keterkaitannya dengan Prabu Siliwangi, dan dijaga ular raksasa