Kisah Mistis Dari Polisi Luka Tembak

Kisah Mistis Dari Polisi Luka Tembak

 

Bripda MI, badan Kepolisian di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan( Sulsel) ditemui berpulang dengan cedera bertembakan di bagian dada kiri di suatu langgar. Senjata bunyi jauh di sisi badan Bripda MI jadi saksi gagu.

Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud menggambarkan insiden ini terbongkar dikala salah seseorang badan Polres Selayar yang lain mengikuti suara tembakan dari Langgar Kontrol Polres Selayar yang pula tempat menaruh senjata kontrol pada Senin( 19 atau 10 atau 2020) dekat jam 17. 30 Waktu indonesia tengah(WITA).

“ Setelah itu( badan yang mengikuti suara tembakan) menghadiri menciptakan Bripda MI sudah tertembak dengan senjata V2 Sabhara di dada sisi kiri,” tutur Temmangnganro, Senin( 19 atau 10 atau 2020).

Beberapa badan Polres Selayar setelah itu bawa MI ke rumah sakit buat menemukan pemeliharaan. Tetapi nyawanya telah tidak terbantu. Temmangnganro berkata grupnya sedang memahami insiden ini dengan metode melaksanakan olah tempat peristiwa masalah( TKP)

“ Sedangkan sedang kita dalami, kita belum dapat membenarkan, sedang olah TKP,” ucap Temmangnganro.

Di sisi olah TKP buat menguak insiden ini, polisi lagi mengurus jenazah korban.

Temmangnganro memohon supaya keadaan yang bertabiat pribadi almarhumah tidak disebarluaskan.

“ Harap potret- potret itu janganlah di- share, kita melindungi martabat almarhumah serta keluarganya, dapat kasih,” memanggil Temmangnganro.

Melacak memiliki melacak, Temmangnganro setelah itu menguak asumsi dini pemicu tewasnya personel Polres Selayar Bripda MI dengan cedera bertembakan. Bripda MI diprediksi bunuh diri.

“ Asumsi sedangkan korban Meter musibah senjata ataupun terdapat usaha buat menyakiti diri sendiri dampak rasa sakit di kepala yang telah tidak terbendung,” tutur Temmangnganro dikala dimintai afirmasi detikcom, Selasa( 20 atau 10 atau 2020).

Bripda MI diprediksi berpulang bunuh diri dengan memicu dadanya memakai senjata bunyi jauh.

“ Asumsi sedangkan korban MI musibah senjata ataupun terdapat usaha buat menyakiti diri sendiri dampak rasa sakit di kepala yang telah tidak terbendung,” ucap Temmangnganro.

Temmangnganro mengatakan MI tadinya sempat hadapi musibah tunggal yang menyebabkan cedera di bagian kepala. Dampak musibah itu, MI lenyap pemahaman serta lenyap ingatan yang buatnya wajib dirawat di rumah sakit.

“ MI luang dirawat di Rumah sakit Bhayangkara Makassar semenjak bulan Mei akhir hingga dengan September sebab musibah tunggal menyebabkan cedera di kepala hingga lenyap pemahaman serta lenyap ingatan,” tuturnya.

Berakhir menempuh pemeliharaan di Rumah sakit Bhayangkara, MI sedang dalam cara penyembuhan serta komsumsi obat penahan perih buat sakit di kepalanya.

Tetapi dalam cara penyembuhan itu, MI ditemui berpulang dengan cedera bertembakan di dada kiri.

Data dalam postingan ini tidak tertuju buat menginspirasi pada siapa juga buat melaksanakan aksi seragam. Apabila Kamu, pembaca, merasakan pertanda tekanan mental dengan kecondongan berbentuk pandangan buat bunuh diri, lekas konsultasikan perkara Kamu ke pihak- pihak yang bisa menolong, semacam psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan psikologis.

Misteri Hari Minggu Bermunculan

Misteri Hari Minggu Bermunculan

Terkini pula membuka Twitter, aku langsung fokus ke salah satu twit sahabat aku. Kurang lebih demikian ini suara twitnya,“ Sedang jadi rahasia, mengapa hari Minggu serasa lebih kilat betul? Esok telah Senin lagi.” Suatu pernyataan, tidak tahu kekesalan ataupun betul rasa penasaran hal kalkulasi durasi pada hari Minggu itu sendiri.

Persoalan itu seolah jadi serbuan kejiwaan pada siapa saja yang membacanya. Aku tercantum di dalamnya. Aku mulai mencatat lagi seluruh yang aku jalani sejauh hari Minggu. Apa iya sedemikian itu? Bangun pagi, masak, nyuci. Kemudian setelah itu tidak terasa durasi telah siang aja. Kumandang adzan Dzuhur terdengar, sholat kemudian tidur sesaat, bangun- bangun telah waktunya Ashar. Aku langsung terkejut, memanglah betul nyatanya.

Aku berupaya menyamakan dengan apa yang aku natural di hari lain. Sabtu misalnya. Seluruh skedul yang aku sebutkan di atas memanglah tidak sangat jauh berlainan dari apa yang aku jalani dikala minggu. Nyaris seluruhnya pula acapkali aku jalani di hari Sabtu. Apalagi kadangkala, nyuci busana malah aku jalani dikala Sabtu. Tetapi, senantiasa saja perasaan tidak alami, Sabtu berjalan lebih lama dari hari Minggu itu serta itu nomor diskusi.

Pencarian aku terpaut persoalan,“ kenapa hari Minggu terasa lebih kilat dari hari- hari yang lain” belum selesai. Terlebih ditambah realitas kalau sepanjang pencarian, belum terdapat balasan, rasa penasaran terus menjadi membuncah. Kemudian sampailah aku pada sebagian filosofi yang bagi aku dapat sedikit menarangkan dengan persoalan hal analogi hari Minggu lalu lebih kilat dari hari- hari lain dalam seminggu.

#1 Filosofi kenisbian waktu

Filosofi kenisbian sendiri sederhananya, menyamakan 2 peristiwa memakai ibarat satu garis durasi. Misalnya saja ibarat jarak tempuh ekspedisi dengan metode jalur kaki dibanding mengemudikan sepeda motor tetapi dalam kurun durasi 2 jam. Ataupun jika ingin ambil analogi yang andaikan dapat lebih dipahami anak gahol zaman saat ini, menyamakan 2 peristiwa, bersandar dengan kekasih sepanjang 2 jam dibanding kalian yang jones melihat orang berpacaran itu sepanjang 2 jam. Itu hendak amat nyesek. Berani taruhan!??

Pergi dari ibarat filosofi kenisbian itu, aku sedikit menciptakan jalur jelas. Mengapa hari Minggu terasa lalu amat kilat mulai terbuka misterinya. Minggu jadi amat kilat sebab itu lalu semacam kita meletakan tangan di kompor yang lagi menyala. Lain perihalnya dengan hari Senin hingga Sabtu yang kita menganggapnya semacam lagi berkencan dengan kekasih.

Tetapi, pada filosofi kenisbian ini, terdapat beberapa golongan yang sepatutnya jadi dispensasi. Mereka merupakan banyak orang nganggur yang kerjaannya mangan- turu- nelek. Golongan ini dapat kita kira merupakan yang sangat adil hal enumerasi durasi dalam satu hari. Alhasil mereka hendak menyangka tiap hari serupa saja.

Dalam perspektif lain, terdapat orang yang mengutip ujung penglihatan yang cukup mendekati tetapi diberi julukan yang berlainan. Filosofi itu bernama Holiday Paradox.

Kurang lebih demikian ini uraiannya, Kamu melaksanakan suatu perihal yang mengasyikkan serta merasa durasi lalu sedemikian itu kilat. Berlainan dengan dikala Kamu melaksanakan atau hadapi perihal yang kurang mengasyikkan bikin kamu, serta itu rasanya durasi lalu paling lambat.

#2 Filosofi durasi keroyokan

Ayo kita bayangkan situasi kala dalam beradu, dengan kadar ilmu serupa tetapi dalam situasi satu rival sebagian orang yang tiap- tiap memiliki ilmu sebanding dengan satu rival itu. Saat sebelum selesai pertarungan, kita telah dapat menduga siapa juara beradu ataupun lebih pas diucap keroyokan itu.

Searah dengan ibarat itu, kita tidak mengetahui kalau kita lagi menyamakan satu hari Minggu yang memiliki jumlah durasi 24 jam, dibanding dengan senin hingga Sabtu dalam hitungan yang jam buat satu harinya. Dalam situasi ini telah dapat kita memprediksi hari apa yang hendak berhasil. Namanya aja keroyokan. Senin hingga sabtu betul tentu berhasil lah.

Tetapi, kan sesungguhnya durasi tidak dapat melaksanakan kelakuan keroyokan ini? jadinya yang buat anggapan“ dikeroyok” ini betul kita kita pula kan? Hahaha.

#3 Skedul yang sudah disiapkan

Durasi 24 jam yang lalu pada hari Minggu merupakan serangkaian durasi yang semenjak seminggu telah kita menunggu. Bukan apa- apa. Siapa sih yang tidak ingin lekas liburan pada akhir minggu? Nah, terdapat suatu situasi yang memisalkan menunggu hari Minggu jadi lama, paling utama kala masuk hari- hari genting berbagai Rabu ataupun Kamis.

Berlainan dengan hari Minggu, yang apalagi saat sebelum masuk hari itu, kita telah memiliki planning a hingga z, walaupun kadangkala tidak terdapat yang terealisasi sebab tidur jadi menu penting dikala hari minggu datang.

Udah capek- capek ditungguin sembari mikirin banyak perihal buat dicoba, eh kenapa cocok datang Minggu justru ketiduran sampe jam 12 siang. Tidak terdapat adab sangat.

Misteri Gunung Lawu Yang Kian Angker

Misteri Gunung Lawu Yang Kian Angker

Rahasia Gunung Lawu berhantu bertambah diperkuat oleh kedatangan Pasar Setan, suatu pasar tidak kasat mata yang terletak di rute Candi Cetho, lereng Gunung Lawu.

Rahasia Gunung Lawu berhantu sudah jadi dongeng yang mendampingi tiap pemanjat yang akan menaiki Gunung Lawu. Tetapi sampai saat ini sedang pula belum ditemu muaranya kenapa dapat gunung ini populer berhantu serta penuh dengan kisah- kisah misterius.

Cerita berasal dari era berakhirnya kerajaan Majapahit, ialah pada tahun 1400 Meter. Kala itu, orang yang mendiami bangku kerajaan merupakan Prabu Bhrawijaya V, dia merupakan raja terakhir dari kerajaan Majapahit.

Pendek narasi, dikala Raden Fatah merambah umur berusia, nyatanya Raden Fatah melekap agama Islam, beliau membelot dari agama si papa yang berkeyakinan Budha. Berbarengan dengan meredupnya kerajaan Majapahit, Raden Fatah juga mendirikan kerajaan Demak yang berfokus di Glagah Harum, saat ini lebih diketahui Alun- Alun Demak. Realitas yang membuat Prabu Bhrawijaya V merasa gundah.

Pada sesuatu malam, Prabu Bhrawijaya V bersemedi, dalam semedinya, dia memperoleh petunjuk yang berkata kalau kerajaan Majapahit hendak memudar serta sinar berpindah ke kerajaan buah hatinya, ialah kerajaan Demak. Sedetik itu pula Prabu Bhrawijaya V meninggalkan kerajaan Majapahit, mengarah Gunung Lawu buat berasing.

Sedetik sehabis meninggalkan kerajaannya, saat sebelum naik ke Gunung Lawu, Prabu Bhrawijaya V berjumpa dengan 2 orang pengikutnya, kepala desa dari area kerajaan Majapahit, tiap- tiap dari mereka merupakan Dipa Menggala serta Wangsa Menggala.

Sebab mereka berdua tidak sampai hati memandang Prabu Bhrawijaya V berjalan seorang diri, mereka juga turut menemani Prabu Bhrawijaya V naik ke pucuk Gunung Lawu.

Sehabis hingga di pucuk Hargo Dalem, Prabu Bhrawijaya V mengatakan pada 2 pengikut setianya. Berakhir melafalkan perkataan itu, Prabu Bhrawijaya V juga lenyap. Sampai saat ini, badan dia tidak sempat ditemui oleh siapa juga.

Akhirnya, Misteri Kisah KKN di Desa Penari Terungkap

Kesimpulannya rahasia cerita KKN Dusun Bedaya teratasi. Sepanjang 2 hari netizen bertanya–tanya pertanyaan bukti diri serta posisi yang mulai dini dirahasiakan oleh sang pengarang. Saat ini cerita yang di informasikan account anomin melalui twitter itu hendak dibukukan oleh salah satu pencetak.

Dikabarkan tadinya cerita KKN Dusun Bedaya yang dicuitkan oleh account@Simplem81378523 viral serta jadi trending topic awal sepanjang 2 hari berturut–turut di twitter.

Baca pula: Bukan Lereng Gunung Raung, Diprediksi Ini Posisi KKN di Dusun Penari

Cuitan yang diucap pengarang rahasia yang dinaikan dari cerita jelas itu menggambarkan pertanyaan pengalaman seorang yang melaksanakan aktivitas Kuliah Kegiatan Jelas( KKN) di suatu dusun di Jawa Timur.

Tetapi totalitas julukan figur serta dusun itu terencana disembunyikan oleh pengarang. Cerita KKN Dusun Bedaya sendiri mengangkut narasi segerombol mahasiswa yang melangsungkan program kegiatan di suatu dusun.

Sialnya dusun itu ialah dusun yang mempunyai banyak cerita misterius tercantum suatu dusun khayalan yang ditempati oleh hantu. Walaupun begitu, di akhir narasi sang pengarang pula membilai catatan akhlak dimana mahasiswa wajib memajukan etika serta santun adab dikala tengah melaksanakan KKN.

Mendadak cerita yang dikisahkan pada Juni 2019 itu viral sampai dinaikan oleh Youtuber terkenal Raditya Dika dalam siaran Youtube Cenayang EXPERIENCE pada Jumat( 23 atau 8 atau 2019).

Baca pula: Khasiat Baca Narasi Horor`KKN di Dusun Penari` Buat Adaptif

Film itu kesimpulannya meledak serta ditonton sampai 2 juta lebih pada Kamis( 29 atau 8 atau 2019). Konsumen alat sosial berbondong–bondong ke twitter buat membaca sendiri cerita itu. Tetapi sayangnya, tidak tahu kenapa cerita itu dihapus oleh sang pengarang.

Cuma terdapat satu bagian narasi yang senantiasa dipertahankan oleh pengarang yang tidak dinaikan oleh Raditya Dika. Tetapi saat ini rahasia itu mulai teratasi kenapa sang pengarang menghilangkan cuitan pertanyaan KKN Dusun Bedaya tipe awal.

Saat ini cerita itu hendak diterbitkan ke dalam suatu novel oleh pencetak Bukune. Perihal itu dikenal dari cuitan account twitter sah@Bukune“ Ok, telah di tangan. Sedia?#kkndidesapenari,

Cuitan Bukune langsung direspon oleh sang pengarang. Meretweet cuitan itu sang pengarang nampak kegirangan kisahnya hendak dibukukan.

“ Astaga telah hingga pula dokumen aku di Bukune,” catat@Simplem81378523.

Tetapi netizen berambisi cerita hendak dibukukan itu tidak banyak berganti dari cuitan dini yang luang viral.

“ Hei abang ikut senang denger ini, tetapi jgn banyak pergantian( bagian penting) dokter threadnya betul abang, banyak yg udh cinta bgt sm narasi thread itu tercantum saya, mudah- mudahan mudah seluruhnya,” catat@aily_shin.

Bukan cuma dibukukan, netizen pula berambisi cerita itu difilmkan.“ Ini kalau joko anwar yg buat film akan auto populer sih,” catat@rasaa_cokelat.

Pada Jumat malam youtuber Raditya Dika pula memberikan film keterangan pengarang terpaut cerita yang kesimpulannya viral itu.

Melalui suatu catatan suara, sang pengarang menanggapi 10 persoalan yang diajukan Raditya Dika. Salah satu persoalan menanggapi pertanyaan respon pelapor terpaut kisahnya yang setelah itu jadi viral.

“ Jujur saja aku pula merasa tersendat dengan perihal ini, terlebih pelapor pula tersendat sebab ia pula memiliki alat sosial pula, aku cuma dapat tuturkan pada dia kilat ataupun lelet narasi ini hendak berhenti dengan sendirinya,” tutur@Simplem81378523.

Sang pengarang yang sedang tidak berubah- ubah melindungi bukti diri itu pula menarangkan bila beliau tidak sempat mempunyai arti buat membuat cerita itu jadi viral semacam dikala ini.

“ Aku pula tak nyangka bakalan seviral ini apalagi jadi trending poin di twitter, jujur aku sendiri bikin ini tak buat supaya orang mengerti, aku asli ambil cerita ini buat pelajaran spesialnya buat anak–anak KKN,” tutur@Simplem81378523.

Sang pengarang pula membenarkan bila cerita ini tidak hendak mempunyai perkembangan lagi di twitter. Tetapi, baginya terdapat perinci yang tidak beliau catat di twitter sebab sebagian estimasi.

Beliau pula luang menyinggung pertanyaan konsep publikasi novel. Beliau tidak menampik bila terdapat pencetak yang ingin menerbitkan novel dari cerita yang ditulisnya di twitter.

“ 2 pelapor ini apakah terpikat dijadikan novel, serta detail–detail yang tidak aku ceritakan di twitter dijadikan sejenis penataran, supaya dapat menjangkau khalayak yang lebih besar,” tutur@Simplem81378523.

Dikabarkan Wartakotalive. com tadinya narasi Dusun Bedaya itu luang ditulis bersambung sepanjang 11 hari dari bulan Juli sampai Agustus 2019.

Ceritanya segerombol mahasiswa simak KKN sepanjang 6 minggu. Pendek narasi keenam mahasiswa serta mahasiswi ini hingga di posisi tujuan dijemput 6 laki- laki catok berumur dengan motor jelek bawa masuk ke dusun itu.

” Cuk sepedaan lah,” ucap salah satu mahasiswa bahasa ini dikira biasa dari kota ia berawal. Tetapi tanpa siuman perkataan itu membuat jengkel para penjemputnya.

Dengan motor kesimpulannya mereka mengarah dusun KKN, sejauh jalur salah seseorang mahasiswi mengikuti suara klonengan.

Apalagi salah seseorang temannya luang memandang terdapat yang berajojing tidak hanya mengikuti suara klonengan pula.

Keesokan harinya kaum mahasiswa KKN ini dibawa kisaran dusun oleh Kepala Dusun. Awal yang diamati lingkungan kober yang ditutupi kain gelap buat melainkan kalau itu posisi penguburan.

Salah satu mahasiswa nyeletuk,” orang bebal pula dapat melainkan kober serta alun- alun bola,” ucapnya.

” Mudah- mudahan kamu ketahui dengan apa yang diomongkan,” ucap sang Kepala Dusun yang nampak tersindir dengan perkataan mereka.

Dari kober, mereka mengarah sinden kolam yang airnya pergi dari tanah. Disana nampak sebagian sesajen yang ditaruh di atas tampah serta terdapat makanannya. Ditambah bau menyan.

Dari sana terdapat salah satu mahasiswi yang tidak lezat tubuh serta diantar kembali.

Lebihnya meneruskan ekspedisi ke Tipak Talas dimana kaum tidak bisa melampaui jalur yang terbuat serampangan. Di kiri kanan jalur ditutup kain merah yang diikat dengan janur seperti perkawinan.

” Itu cuma hutan luas tidak bisa dilewati sebab khawatir tersesat. Jika lenyap gimana,” ucap Kepala Dusun.

Singkatnya mereka juga kembali ke rumah Kepala Dusun. Kala mereka ingin mandi nyatanya tidak terdapat rumah yang memiliki kamar mandi sendiri.

Buat mandi mereka wajib ke kolam sinden. Kemudian malamnya terdapat yang mau mandi kemudian memohon dampingi temannya ke sinden.

Hingga di sinden terhirup aroma bau menyan serta ada sajen. Tidak lama masuk ke dinding terdengar cemas suara orang menyinden.

Kemudian mereka juga balik ke rumah. Kala ingin tidur, salah seseorang mahasiswi tiba–tiba pergi serta berajojing di alun- alun tanpa dasar kaki. Ucap saja Widia, ia berajojing dengan senyum abnormal. Mukanya berganti menyeramkan dengan mata terkatup.

Bagi Datuk disana mahasiswi itu telah dibuntuti mahluk lembut.

Singkatnya banyak peristiwa abnormal mengenai mereka semacam terdapat seonggok pancang di dalam teko.

Hingga terdapat seseorang bedaya dengan tubuh yang baik tetapi sehabis dihampiri wajahnya datar.

Tidak hanya itu terdapat sebagian kali memandang orang acara di suatu dusun hingga mereka ditawari santapan serta memandang bedaya menawan. dikala santapan dibuka nyatanya buka kue yang mereka makan di acara tetapi kepala monyet yang bau anyir.

Narasi mengerikan juga bersinambung sampai salah satu mahasiswi dirasuki arwah lembut.

Di kesimpulannya narasi 2 partisipan KKN tewas bumi dengan situasi abnormal, terdapat yang 3 bulan matanya tidak dapat ditutup. Dan terdapat pula yang senantiasa jerit ular.

Bisa yakin bisa tidak, cerita KKN ini luang dilansir di alat nasional serta ingin menggugat pihak kampus.

Kamis Mistis: Kisah-Kisah Menyeramkan Tentang Keangkeran Lawang Sewu


Pemerintahan Belanda banyak mewarisi gedung-gedung bersejarah yang masih tetap berdiri kokoh hingga sekarang, dan salah satunya adalah Lawang Sewu. Kisah gedung ini tak terlepas dari sejarah industri kereta api di Indonesia karena menjadi kantor pusat dari Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch – Indische Spoorweg Maatscappij (NIS).

NIS sendiri adalah perusahaan kereta api swasta di masa pemerintahan Hindia Belanda yang pertama kali membangun jalur kereta api di Indonesia dan menghubungkan Semarang dengan “Vorstenlanden” (Surakarta dan Yogyakarta), dengan jalur pertamanya, jalur Semarang Temanggung 1867.

Pembangunan Lawang Sewu melibatkan dua arsitek asal Belanda yaitu Prof. Jacob F. Klinkhamer dan Bj. Queendag dengan memakan waktu dari tahun 1904 hingga 1907.

Gedung tua ini juga jadi saksi bisu dari pertempuran sengit antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan penjajah Jepang demi mengambil alih jalur kereta api. Setidaknya, belasan pejuang Indonesia gugur dalam pertempuran ini dan dimakamkan tepat di halaman gedung.

Penduduk Semarang lalu menyebut gedung ini dengan nama Lawang Sewu karena terdapat banyak sekali pintu. Sebenarnya jumlah pintunya hanya sekitar 342 saja, tapi karena sangat banyak akhirnya masyarakat setempat menyebut Lawang Sewu atau Pintu Seribu.

Sebagai gedung tua peninggalan Belanda, tak heran banyak cerita-cerita seram seputar Lawang Sewu. Cerita seram Lawang Sewu pun tak cuma populer di wilayah Semarang saja, penduduk luar daerah tak jarang secara sengaja datang atau berwisata ke Lawang Sewu untuk merasakan keangkerannya.

Konon, setiap wilayah di gedung Lawang Sewu terdapat makhluk halus berbagai macam, mulai dari Kuntilanak, Gondoruwo, Arwah Tentara, hingga Nonik Belanda.

Salah satu ruangan yang dikenal paling angker adalah sebuah lorong yang berada di bawah gedung. Di masa pemerintahan Belanda, lorong bawah tanah itu difungsikan sebagai aliran air yang dapat menyejukkan suasana Lawang Sewu.

Namun saat Jepang menduduki wilayah Indonesia, mereka menggunakan lorong tersebut sebagai penjara. Lorong yang hanya setinggi 0,5 meter tersebut, membuat para tahanan hanya bisa jongkok sambil menahan dingin dari air yang mengalir. Banyak tahanan yang akhirnya tewas akibat tak kuat menahan penderitaan selama dalam penjara jongkok.

Konon keangkeran Lawang Sewu mulai dirasakan ketika banyak rakyat Indonesia dan tentara Belanda yang mati secara tragis di sini. Kisah nyata misteri Lawang Sewu bisa Kamu baca di halaman selanjutnya, termasuk dari kisah penampakan yang pernah terekam kamera sebuah acara uji nyali.

Cerita Seram Lawang Sewu yang cukup populer mungkin adalah penampakan kuntilanak yang tertangkap kamera. Kejadian tersebut berlangsung dalam sebuah acara uji nyali yang ditayangkan Trans TV. Konon, tak berselang lama setelah mengikuti uji nyali itu, sang peserta meninggal dunia. Tak ada yang memastikan apakah kematiannya itu berhubungan dengan uji nyali yang dia lakukan di Lawang Sewu.

Kisah Misteri Jembatan Ampera di Palembang

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang menghubungkan Sebrang Ulu serta Sebrang Ilir yang dipisahkan Sungai Musi. Jembatan ini dibentuk pada tahun 60-an. Sampai di kala ini, jembatan Ampera diketahui sebagai ikon utama kota Palembang.

Di samping keelokan serta kemegahan arsitekturnya, Jembatan Ampera nyatanya menaruh banyak teka-teki, lho. Kisah-kisah mistis banyak timbul di warga kota Palembang.
Salah satu yang sangat gempar sampai saat ini merupakan wujud Hantu Banyu. Dari namanya, wujud mahluk halus ini timbul dari permukaan air ataupun dalam bahasa lokal, banyu.
Bagi sebagian penuturan masyarakat sekitar, Hantu Banyu ditafsirkan bagaikan wujud manusia separuh siamang. Dia mencari calon korban yang tengah memancing serta berenang dengan metode menerkamnya di dalam air.

Kisah Mistis Jembatan Ampera di Palembang (1)

Hadirnya mitos menimpa Hantu Banyu di Jembatan Ampera memanglah buat bulu kuduk berdiri. Banyak warga yang tiba ke situ, memilah berjaga-jaga bermain di pinggir Sungai Musi.
Bila Azan Magrib telah berkumandang, ikan-ikan hendak bermunculan di tengah Sungai Musi. Para pemancing yang tengah melaksanakan aktivitasnya dianjurkan menyudahi di kala telah merasa kail pancingnya menyangkut.

Selain hantu banyu, masih banyak lagi kisah misteri yang menyelimuti jembatan Ampera. Berikut ini adalah video tentang misteri lain tentang jembatan Ampera.

Kisah Misteri Jembatan Sembayat, Dihuni Buaya Putih hingga Putri Kerajaan Solo

Jembatan Sembayat yang merupakan penghubung Kecamatan Bungah dan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ternyata menyimpan deretan kisah misteri.

Menurut cerita mulut ke mulut, jembatan yang dibangun sejak zaman Gubernur Jenderal Daendels ini sering terjadi penampakan buaya putih dan dipercaya tempat hilangnya salahsatu putri Kerajaan Solo.

Bahkan di era Gubernur Jenderal Daendels pada tahun 1808, jembatan yang dulunya dinamakan Jembatan Gladak ini pernah menjadikan ratusan manusia sebagai tiang pancang jembatan.

Salah satu tokoh Alumni Pesantren Mambaus Sholihin Suci Gresik, Muhammad Hanif menjelaskan terjadinya orang yang bunuh diri di Jembatan Sembayat merupakan tumbal dari kerajaan Putri Solo.

“Pasti ada tragedi, biasanya kalau mau musim hujan, waktunya arus deras pasti ada, seperti yang dulu yang belum ketemu,” ucapnya.

Menurutnya, ada kerajaan Jin Putri Solo antara dua jembatan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Gresik itu. “Dulu kan ada jembatan lawas sebelum adanya jembatan dua itu, dan juga ada buaya putih,” ujar Hanif.

Dikatakan Hanif, Kerajaan Putri Solo berawal dari jalannya ular hitam besar yang mencari Putri Solo. Bekas jalan ular dari Solo hingga Gresik itu kemudian menjadi berbekas seperti kubangan panjang, hingga akhirnya Bengawan Solo.

“Ular besar dari Solo mencari Putri Solo, bekas jalannya berbentuk Bengawan, ular besar ini menetap di Mengare, dan Putri Solo menetap di Bawah Jembatan Sembayat, dan bisa jadi itu tumbal untuk Putri Solo, karena ular itu wujud dari orang laki-laki,” papar Hanif.

“Makanya kalau ada apa-apa di Mengare aman bahkan gak ada Banjir, meskipun wilayah Kecamatan Dukun kekeringan, tapi Sembayat tidak pernah, mungkin kekeringan hanya airnya bening,” jelas pemuda asli Mengare itu.

Lanjut Hanif, kalau ada orang yang hilang atau jatuh dari Jembatan Sembayat, biaasanya ketemu di sebelah Desa Bedanten, “Korban Ahmad Farid ini ketemunya di baratnya jembatan padahal airnya mengalir ke Timur, ini aneh,” tandasnya.

Masih Hanif, setiap orang tercebur, masyarakat Sembayat menyarankan untuk pergi ke makam Boyot Sembayat, untuk sebagai perantara petunjuk dan pertolongan. Makam itu berada di Timur Jembatan. Makam tersebut hingga kini dikeramatkan warga Sembayat.

“Saat kecebur, keluarga korban Ahmad Farid juga minta kepada orang pintar. Jadi pencariannya di Baratnya jembatan, tidak sampai Bedanten, karena sudah ada petunjuk,” terangnya.

Selain itu, masyarakat Sembayat juga mengkeramatkan ikan mas. Jadi bagi masyarakat sekitar tidak boleh mengambil ikan mas di sekitar Jembatan Sembayat itu. Berdasarkan info yang beredar di masyarakat Mengare, sesuai pengakuan saksi Sopir Lyn Biru yang lewat di Jembatan Sembayat sebelum korban meloncat dan menceburkan diri ke Bengawan Solo, korban diketahui mengejar seorang perempuan berbaju putih.

“Dipanggil orang lyn bemo tidak dihiraukan. Sepeda motor terkunci, dan kunci motor dibawa, dan korban sadar saat sudah tercebur di Bengawan Solo minta tolong. Nah, akan ditolong oleh warga yang sedang mancing dengan perahunya, tiba-tiba mesin perahunya mati,” pungkas Hanif.

Cerita misteri lainnya adalah tiang pancang manusia sebagaimana diceritakan dalam buku Grisse Tempoe Doeloe karya Dukut Imam Widodo. Kala itu Gubernur Jenderal Daendels marah bukan main saat melihat progres pembangunan Jembatan Gladak atau Jembatan Sembayat yang tidak kunjung selesai. Kemarahan itu diluapkan pada bupati Sidayu kala itu. Jenderal Daendels memaksa bupati menyerahkan ratusan warga untuk dipekerjakan secara paksa di proyek Jembatan Gladak.

Lantas manusia yang disiapkan ternyata bukan untuk bekerja membangun jembatan. Namun mereka dijadikan tiang pancang untuk menahan gladak kayu jembatan yang membentang di sepanjang Bengawan Solo. Saat itulah banyak nyawa yang melayang akibat kebijakan keras Gubjen Daendels.

Sejak saat itu kematian para pekerja Jembatan Gladak sering menghantui warga sekitar. Bahkan ada penampakan pada malam tertentu diiringi dengan rintihan suara manusia menahan sakit. Sesekali di sungai terlihat seperti ada orang tenggelam dan minta tolong.

“Saya pernah melihat bayangan orang tenggelam dan minta tolong. Tadinya saya mau nolong dengan berenang, untungnya saya diingatkan oleh ibu-ibu tua di tepi sungai agar tidak dilakukan. Kalau sampai menolong dan berenang, bisa-bisa saya ikut dalam alam orang halus itu alias saya yang tenggelam dan mati,” kata Teguh Haryono, pemancing asal Sukomulyo, Kecamatan Manyar yang sering mancing di tanggul Jembatan Sembayat.

Kisah Misteri Jembatan Tak Berujung di Puncak Pas Bogor yang Dijaga Dua Harimau

Bagi kamu yang sering ke Puncak, Bogor, Jawa Barat, pasti tidak asing dengan salah satu jembatan yang berada di Puncak Pas. Sekilas, jembatan berwarna putih itu tampak seperti jembatan penyeberangan orang. Seperti sepenggal JPO, dan bak jembatan tak berujung.

Jembatan yang selalu ditutup gerbangnya ini menyimpan pertanyaan bagi banyak orang yang lewat. Jembatan yang bernama Riung Gunung ini terlihat sangat tinggi dan tanpa ujung. Saat ini jembatan terlihat tertutup oleh pepohonan.

Dilansir dari berbagai sumber, ternyata terdapat sebuah bangunan vila tua. Vila itu disebut-sebut merupakan tempat peristirahatan Presiden RI pertama Soekarno. Vila tersebut berada di bukit yang ada di balik pepohonan. Bangunan tersebut berwarna putih. Terkadang vila ini masih terlihat, jika kabut sedang tidak menyelimutinya.

Adapun vila ini memiliki rest area tempat helikopter diparkirkan. Menurut sumber yang beredar, saat Soekarno datang ia akan memarkir helikopternya di sana. Namun, di balik vila milik Soekarno tersebut, tersimpan cerita yang kental dengan nuansa mistis.

Menurut warga sekitar, di vila tersebut terdapat kamar rahasia. Meski sudah berpindah tangan, namun kamar rahasia di vila itu masih dijaga oleh pemilik yang baru, kamar rahasia itu tak pernah boleh dibuka, dan pas ke bawahnya ada lubang, bahkan tak ada satupun yang berani masuk ke kamar tersebut.

Bahkan dikabarkan di bawah jembatan terdapat dua harimau yang besar sekali dan sudah sangat tua, bahkan di areal jembatan yang terlihat masih kokoh itu merupakan gerbang menuju gerbang gaib menuju petilasan Prabu Siliwangi dan Pantai Selatan.

Bahkan, jembatan Riung Gunung ini adalah gerbang gaib. Gerbang gaib berbagai penjuru, yang menghubungkan dan ada keterkaitannya dengan Prabu Siliwangi, dan dijaga ular raksasa

KISAH MISTERI: Sundel Bolong Kerap Kali Berseliweran di Suramadu

pintu masuk/keluar (toll gate) suramadu. Perempuan berambut panjang dengan memakai baju putih kerap kali menampakkan tubuhnya di Suramadu.

Tak pelak warga yang melihatnya ketakutan. Bahkan akibat melihat sundel bolong hingga terjadi kecelakaan. Tidak hanya ada sundel bolong, beberapa kejadian aneh juga terjadi jalan akses Suramadu.

Dimana ada pengemudi mobil melihat jalan di akses Suramadu bercabang dua. Padahal kenyataannya jalan tersebut hanya satu. Akibatnya ketika salah pilih jalan pengemudi mobil itu kecelakaan.

Sebab jalan yang dipilih sebenarnya bukan jalan, melainkan sawah. Sehingga mobil yang ditumpangi nyungsep ke sawah. Peristiwa ini tidak hanya dialami satu atau dua korban, tapi lebih dari itu.

Maka dari itu masyarakat yang melintas di Suramadu harus berhati-hati dan waspada. Disamping itu, juga disarankan membaca salawat agar selamat sampai tujuan.

“Disini (Suramadu) banyak kejadian aneh. Seperti pedagang melihat sundel bolong saat malam hari. Sehingga orang yang melihat ketakutan,” terang salah satu tokoh masyarakat Labang, H Nur Hasan, Selasa (31/10/2017).

Menurut Hasan, pengalaman itu tidak hanya dialami satu orang. Tapi banyak warga yang bercerita telah melihat sundel bolong. Meskipun tidak mengganggu, tapi banyak orang yang takut saat melihat sundel bolong.

Selain cerita sundel bolong, cerita aneh yang lain juga ada. Berdasarkan keterangan dari sejumlah korban yang kecelakaan di suramadu ketika ditanya kenapa bisa nyungsep ke sawah, padahal kondisi sepi. Mereka bilang jalan seperti bercabang dua.

“Katanya pengemudi mobil yang kecelakaan sebenarnya dia sudah berada pada jalur yang benar, tapi kok bisa ada di tengah sawah. Saat itu korban juga tidak ngantuk,” ungkapnya.

Menurut Hasan, untuk meminimalisir terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan bersama seperti kecelakaan, masyarakat setempat menggelar acara doa bersama setiap setahun sekali. Sehingga masyarakat setempat dan pengguna jalan di suramadu selamat.

“Setiap setahun sekali warga disini menggelar doa bersama, memohon pada Allah SWT agar diberi keselamatan,” tukas pria bertubuh subur tersebut.

Perlu diketahui juga ada misteri kecelakaan yang memilukan di Suramadu, tepatnya pada 23 September 2014. Saat itu terjadi kecelakaan maut di tollgate Suramadu sisi madura. Dimana melibatkan 5 mobil yang mengakibatkan pengemudi Honda Jazz tewas di lokasi.

Dari sejumlah kejadian aneh yang terjadi di Suramadu kabarnya tidak lepas dari pemindahan makam besar di sekitar tollgate. Informasinya saat pemindahan ada salah satu jasad yang masih utuh. Makam besar itu dipindah ke kuburan yang ada sebelah barat akses Suramadu.

Selain itu juga dikabarkan ada siluman ular besar. Siluman ular ini konon sebagai penjaga musholla tua yang ada di sekitar tollgate Suramadu, tepatnya di Dusun Sekarbungoh. Dulu musholla tua ini pernah akan direnovasi, tapi tidak terealisasi.

Pasalnya, ada warga setempat yang bermimpi didatangi siluman ular besar ini. Dalam mimpi itu sang ular mengisyaratkan agar jangan dilakukan renovasi, sehingga rencana perbaikan musholla dibatalkan karena takut terjadi sesuatu.

Selain itu, juga sering terdengar suara bayi misterius menangis di Jembatan Suramadu. Warga sekitar melarang anak muda berpacaran di kawasan Jembatan Suramadu. Konon pasangan muda-mudi yang berpacaran di Suramadu diyakini akan putus.

Kisah Misteri dari Rumah Sakit Paling Angker

Rumah sakit adalah sebuah tempat di mana orang-orang yang sakit dirawat untuk mendapatkan kesembuhan. Rumah sakit juga tak jarang menjadi tempat terakhir seseorang menjalani kehidupannya di dunia ini. Oleh karena itu, kita dapat menemukan ruang khusus bagi mereka yang telah meninggal.

Ruang tersebut dikenal dengan nama kamar mayat. Ruangan ini menjadi salah satu ruangan yang paling ditakuti oleh siapa pun yang berkunjung ke rumah sakit. Kehadiran mayat-mayat yang ada di ruang tersebut tentu saja membuat bulu kuduk siapa pun bakal berdiri. Hal itu pula yang menyebabkan rumah sakit menjadi salah satu tempat paling angker di dunia.

Sejalan dengan hal itu, berbagai kisah horor dan penampakan pun mulai bermunculan. Berikut ini ada beberapa kisah horor dari rumah sakit-rumah sakit yang ada di Indonesia. Pengalaman mistis ini dialami langsung oleh pasien maupun kerabat pasien. Nama yang ada di artikel ini disamarkan guna melindungi privasi dari yang bersangkutan. Kalau begitu, langsung aja kita Keepo bareng-bareng kisahnya!

1.Rumah Sakit Dokter Cipto Mangunkusumo (RSCM) – Jakarta

Cerita horor yang pertama berasal dari RSCM yang berada di Jakarta Pusat. Rumah sakit ini sendiri pertama kali diresmikan dan dibuka pada tahun 1919. Sudah sangat tua, bukan? Nyatanya hal itu selaras dengan sangat banyaknya pengalaman mistis di tempat ini. Salah satunya berasal dari seorang mahasiswa bernama Romli.

Pada suatu malam, ia tengah berjalan pulang menuju rumahnya. Namun di tengah perjalanan, ia melihat segerombolan orang tengah berkumpul di pinggir jalan. Ia pun lantas menghampiri gerombolan tersebut.

Nah, ternyata orang-orang di sana berkumpul lantaran tengah membantu seorang korban kecelakaan. Romli pun lantas menyadari bahwa korban tersebut adalah teman sekampusnya. Dengan bergegas, ia menolong temannya tersebut dan membawanya ke rumah sakit terdekat dengan bantuan warga sekitar.

Kebetulan rumah sakit terdekat dengan lokasi kejadian pada waktu itu adalah RSCM sehingga Romli pun membawa temannya untuk berobat ke rumah sakit tersebut.

Sesampainya di rumah sakit, teman Romli langsung mendapatkan perawatan intensif. Romli pun mencoba untuk menghubungi kedua orangtua temannya. Namun ternyata kedua orangtua temannya itu tengah berada di luar kota dan baru bisa tiba di rumah sakit pada esok pagi.

Romli pun dimintai tolong oleh kedua orangtua temannya agar menjaga temannya itu hingga esok pagi tiba. Setelah mengiyakan, Romli kemudian meminta izin kepada kedua orangtuanya untuk dapat menemani temannya yang tengah terbaring lemas di RSCM. Setelah itu, ia pun pergi menuju ruang di mana temannya tengah mendapatkan perawatan.

Waktu telah menunjukkan pukul 23.30. Suasana rumah sakit pun begitu sepi. Romli yang sedari tadi berusaha untuk tidur tetap saja terjaga lantaran masih syok dengan kejadian yang dialami oleh temannya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk membeli segelas kopi guna menghilangkan rasa bosan menunggu kantuk yang tak kunjung tiba.

Ia kemudian bertanya lokasi kantin kepada seorang perawat yang kebetulan ditemui di salah satu lorong RSCM. Namun, alih-alih mendapat petunjuk, Romli malah bingung karena penjelasan dari perawat yang sedikit tidak jelas. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menggunakan instingnya demi mendapatkan segelas kopi.

Nah, ketika tengah berjalan-jalan di lorong yang gelap, ia mencium aroma obat-obatan yang sangat menyengat. Selang beberapa menit, ia pun mendengar suara aneh seperti orang yang tengah berbisik. Suara tersebut terdengar berasal dari lorong yang ada di depannya. Karena penasaran, ia pun mendekati sumber suara.

Anehnya, ketika Romli memasuki bangsal di mana sumber suara tersebut berasal, suara aneh itu malah menghilang. Romli pun melihat sekelilingnya yang tampak sangat berantakan.

Kemudian, pandangan Romli diarahkan ke sebuah meja yang terletak di sudut ruangan. Saat itu memang kondisi bangsal sangat minim cahaya sehingga ia harus sedikit memicingkan matanya guna mendapat penglihatan yang fokus.

Setelah berusaha untuk melihat dengan jelas, ia lantas terkejut karena melihat sepotong kepala wanita berambut panjang tergeletak di atas meja tersebut. Ngerinya, wajah dari wanita itu tampak tersenyum dengan tatapan tajam ke arah Romli sambil tertawa cekikikan. Sontak Romli langsung kaget dan lemes dengan apa yang baru saja dilihatnya. Ia pun bergegas keluar dari ruangan tersebut dengan tergesa-gesa.

Namun, baru saja sampai di depan bangsal, ia terjatuh lantaran tersandung sesuatu. Setelah mencari tahu apa yang membuatnya tersandung, ternyata ia semakin ketakutan lantaran yang membuatnya tersandung adalah tubuh seorang pria yang tidak memiliki kaki dan tangan.

Ngerinya lagi pria tersebut menatap Romli dengan tatapan kosong tanpa ekspresi apa pun. Romli pun segera bangun dan bergegas lari meninggalkan bangsal hingga akhirnya ia menabrak satpam yang tengah bertugas pada malam itu.

Satpam tersebut kaget melihat kondisi Romli dengan wajah yang sangat pucat sambil gemetar ketakutan. Romli lantas dibawa oleh satpam menuju pos untuk ditenangkan.

Setelah diberi minum, Romli menceritakan kejadian yang barusan dialaminya. Mendengar cerita dari Romli, satpam itu pun mengiyakan dan menjelaskan bahwa ruangan tersebut merupakan bekas instalasi bedah umum dan sudah lama tidak digunakan.

Satpam itu juga menceritakan bahwa di tempat itu memang sangat angker dan cukup sering memunculkan penampakan hantu berupa potongan tubuh manusia.

Romli yang masih ketakutan kemudian meminta untuk diantarkan ke ruang ICU tempat temannya dirawat. Sesampainya di ruangan ICU, Romli tidak pernah meninggalkan ruangan itu hingga pagi menjelang karena saking ketakutannya.

2.Rumah Sakit Dharma Medika – Tulungagung

Kisah horor nyata selanjutnya berasal dari Rumah Sakit Dharma Medika, Tulungagung. Pada saat itu, seorang wanita yang telah berusia 55 tahun bernama Aminah tengah dirawat di rumah sakit tersebut karena penyakit liver yang dideritanya.

Dokter telah mendiagnosis bahwa umur Aminah tidak akan lama lagi dan meminta kepada pihak keluarga untuk dapat mengikhlaskannya. Pasalnya, mata dan kukunya sudah berwarna kuning. Terlebih sang nenek terhitung terlambat untuk dibawa ke rumah sakit.

Meski demikian, pihak keluarga tetap berusaha dan berharap agar Aminah dapat kembali sehat sehingga memesan kamar kelas VIP agar Aminah mendapatkan perawatan secara intensif dan maksimal.

Selama di rumah sakit, Aminah pun diperiksa oleh dokter dan perawat. Mulai dari pagi, siang, sore, hingga malam hari. Pada waktu-waktu biasa, dokter akan ditemani perawat ketika akan memeriksa Aminah.

Namun, suatu ketika ada pemeriksaan yang dilakukan pukul 2 dini hari. Aminah diperiksa oleh seorang perawat yang sudah cukup tua, seumuran dengan Aminah.

Setiap harinya, tim dokter juga selalu berpesan kepada pihak keluarga agar dapat segera mengikhlaskan Aminah mengingat kondisi Aminah yang kian hari kian memburuk.

Namun, pada hari ketujuh, tim dokter terkejut karena melihat kondisi Aminah yang tampak segar bugar. Dari hasil pemeriksaan, diketahui kondisi dari Aminah semakin membaik. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan hasil pemeriksaan pada enam hari sebelumnya.

Aminah pun bertanya kepada dokter dan perawat yang biasa memeriksanya pada pukul 7 malam terkait ke mana suster yang biasa memeriksanya pada pukul 2 malam. Aminah ingin mengucapkan banyak terima kasih kepadanya.

Mendengar ucapan tersebut, dokter dan perawat sangat terkejut. Pasalnya, sesuai dengan jadwal rumah sakit, tidak ada pemeriksaan yang dilakukan pada pukul 2 dini hari lantaran maksimal tidak lebih dari tengah malam. Terlebih tidak ada perawat di rumah sakit tersebut yang berusia 55 tahun.

Semua dokter dan perawat di rumah sakit itu rata-rata masih cukup muda. Seketika suasana berubah hening dan merinding karena pada saat itu waktu menunjukkan pukul 7 malam.

Terlebih ketika Aminah berkata bahwa perawat yang sudah tua itu selalu datang dari arah selatan. Padahal, arah selatan bukanlah ruang perawat, melainkan kamar mayat!

Itu dia dua dari sekian banyak cerita horor yang berasal dari rumah sakit di Indonesia. Selain kedua rumah sakit di atas, masih ada rumah sakit lainnya, seperti cerita horor dari Rumah Sakit Mardi Waluto di Blitar, Rumah Sakit Immanuel serta Bandung Medical Center di Bandung, dan rumah sakit lainnya. Mengerikan, ya!