Kisah Hilangnya Mayat Di Kamar Jenazah Rumah Sakit

Kisah Hilangnya Mayat Di Kamar Jenazah Rumah Sakit

bruening-kaergling – RUANG jenazah memang sering diidentikkan dengan hal misterius. Terdapatnya jenazah di situ berikan keangkeran yang dapat buat bulu kuduk merinding saat Kamu baru mendengar katanya saja.

Tetapi, apakah Kamu pernah mendengar cerita mengerikan soal hilangnya jenazah di kamar mayat ? Rupanya, perihal itu jadi rumor yang suka dibahas oleh warga.

Salah satunya cerita yang dituangkan dalam bentuk drama suara di Bulu Kuduk Universe( Season 2) di RCTI Plus. Hilangnya jenazah di kamar mayat siap membuat bulu kuduk Kamu merinding. Penasaran?

Cerita berasal dari perawat Kintan yang bekerja di salah satu rumah sakit yang terkenal dengan angkernya menddengar terdapatnya gosip mayat hilang di ruang jenazah. Ia bertepatan shift malam bersama dengan teman- temannya, Ajeng.

Saat mengontrol rumah sakit bersama Ajeng, memastikan semua pintu sudah terkunci, Kintan melihat ada pak Jono, satpam rumah sakit, yang ada di lorong. Tapi, berhubung tangannya penuh dengan minyak akhirnya dia harus segera cuci tangan. Ajeng menjaga di depan pintu toilet.

Tak lama setelah itu, Ajeng teriak sangat kencang. Kintan pun lari keluar toilet dan menyadari bahwa Ajeng sudah hilang dari tempatnya menunggu.

Kintan juga melihat sosok mirip Pak Jono yang ada di lorong. Ia coba mendekat sambil berkata, “Pak Jono, kamu ngerjain saya, ya?” tanyanya sambil terus jalan mendekat.

Ketika dekat dengan sosok pria itu, Kintan ternyata salah menduga, bukan Pak Jono yang dia lihat melainkan pasien. Pesan untuk jangan keluyuran meninggalkan kamar dia sampaikan, namun tak digubris sosok tersebut.

Sosok itu terus menjauh dari Kintan dan ternyata menghampiri tangga darurat. Kintan yang coba memanggil sosok tersebut pun memberitahu bahwa bahaya kalau pasien masuk ke sana nanti bisa jatuh.

Sosok itu malah masuk dan Kintan segera mendatanginya, takut nanti terjadi sesuatu. Saat pintu tangga darurat dibuka, Kintan tak melihat siapa pun ada di sana. Ya, sosok yang dia khawatirkan lenyap.

“Hmm aneh, baru saja masuk kok sudah menghilang,” kata Kintan berbicara sendiri. Masih di ruang tangga darurat, Kintan menyadari bahwa di bawah kakinya ada sesuatu.

Dia ambil barang tersebut dan dia sadari kalau itu adalah ‘tag’ yang biasa ada di kaki mayat. ‘Tag’ tersebut biasanya bertuliskan nama jenazah lengkap dengan tanggal lahir dan wafatnya.

Singkat cerita, Kintan melaporkan apa yang terjadi ke satpam rumah sakit. Dia ceritakan semua. Sampai satpam bilang, “Kamu berani banget sih ngemil jam 11 malam di basement. Sekarang kan lagi gini situasinya,” kata satpam. “Gini gimana? Mayat hilang?” tanya Kintan. “Iya,” jawab si satpam.

Kintan masih belum melihat ada yang harus dia takuti. Sampai akhirnya Ajeng datang mendekat ke arahnya. Dia ingin meminta maaf.

“Tan, maafin semalem aku pulang duluan, ya, soalnya Anton ternyata bisa jaga malam,” kata Ajeng. Mendengar pernyataan itu, Kintan kaget bukan kepalang. Lantas, siapa suster yang menemaninya semalam?

Hari berikutnya, saat Kintan baru datang untuk bekerja, satpam rumah sakit memberi tahu informasi baru. “Suster, mayat yang hilang sekarang berjumlah 5,” kata si satpam. Mendengar itu, Kintan histeris tidak percaya.

Satpam itu kemudian memberi tahu bahwa saat Kitan ‘off’ kemarin, suster Ajeng turun ke basement lagi. Tahu kabar itu, Kintan langsung menetelpon AJeng tapi sayang tidak diangkat.

“Bapak sudah lapor polisi?” tanya Kintan. Pak satpam pun menjawab, “Belum, soalnya dilarang sama management, takut nama rumah sakit ini jelek katanya. Saya disuru selidiki dulu,” kata satpam. Obrolan di antara mereka berakhir dengan tawaran Kintan untuk mengajak si satpam bertemu dengannya di basement nanti malam.

Momen pertemuan pun terjadi. Satpam itu melihat ada Suster Kintan dan segera mendatanginya. Ruang basement sangat temaram dan satpam itu coba mendekat terus sampai ke arah Kintan yang sedang cuci tangan. Sebelum itu, satpam melihat ada sesuatu yang aneh di dekat tubuh Kintan.

Kintan pun mulai cerita ke si satpam apa yang dia temukan di tangga darurat. Ya, tag mayat yang biasa ada di kaki jenazah. Mengetahui hal tersebut, Jono berkata, “Aduh sus, masa mayat jalan sendiri,” sambil ketakutan.

Setelah cerita itu, tiba-tiba salah satu pintu di basement berbunyi sangat keras. Jono semakin ketakutan. “Sus, lihatin itu siapa,” pinta Jono. “Sini pak ikut saya,” kata Kintan.

Saat terus mendekat ke arah pintu yang terbuka, tiba-tiba Pak Jono melihat ada segerombol bayangan keluar dari kamar jenazah. Kintan dan Jono bukannya lari terbirit-birit, malah menjabani. Ya, mereka datangi kamar mayat tersebut.

Karena penasaran, mereka berdua ternyata ada di belakang rombongan orang-orang yang keluar dari kamar mayat. Ya, Kintan dan Jono ngikutin ‘makhluk aneh’ karena cara jalan mereka tidak seperti manusia biasa.

“Loh, loh, mereka masuk ke rumah angker yang ada di samping rumah sakit,” kata si satpam ketakutan. Kintan menimpali, “Bukannya itu gedung kosong ya pak?” “Iya benar,” kata satpam.

Benar-benar tanpa rasa takut, Kintan memasuki rumah angker yang dimasuki segerombol makhluk aneh nan menyeramkan. Satpam Jono pun ikut di sampingnya.

Jono kemudian sadar di dalam gedung itu terdengar suara nyanyian. Belum sampai mendekat, masih di semak-semak dekat gedung kosong, Kintan berkata, “Pak, saya masuk, ya. Bapak di sini saja hubungi polisi.”

Kintan pun berjalan cepat memasuki gedung tersebut. Saat pintu dibuka, keluar angin yang sangat dingin dan besar menghantam tubuhnya. “Ini fix ada yang aneh, ada 10 sosok mengelilingi wanita. Aku harus mendekat,” kata Kintan dalam hati.

“Ya Tuhan, ini apa? Kenapa gempa bumi! Ah, itu siapa ya? Sosok wanita yang ditengah. Aku harus semakin mendekat,” kata Kintan. “Loh, itu Ajeng! Ajeng, kamu ngapain di situ?” tanya Kintan. Lalu, sosok perempuan mirip Ajeng berteriak, “Pergi…” sambil menghantamkan Kintan ke lantai dengan kencang.

Kisah pun berakhir sampai di sini. Cerita berikutnya bisa Anda dengarkan di Podcast RCTI Plus di series Bulu Kuduk Universe dengan judul “Eps 2 Bayi Baru Lahir Tidak Lagi Menangis”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *