Air Terjun Paling Angker Di Indonesia 2020

Air Terjun Paling Angker Di Indonesia 2020

Air terjun dikenal sebagai wisata alam yang sangat menarik buat dikunjungi. Biasanya, sebelum akan menggapai lokasinya, anda mesti melalui jalanan sempit dan licin.

Sesampainya di tujuan, anda segera disambut keindahan aliran Pasang Bola air yang menyejukkan. Sayangnya, banyak air terjun yang menyimpan cerita horor. Di antaranya layaknya sebagian air terjun terkenal di Indonesia tersebut ini.

1. Air Terjun Tegenungan di Bali ini kerap dihubungkan bersama penampakan pedanda mengenakan pakaian serba putih. Konon, tersedia makhluk yang meminta tumbal di area ini
10 Air Terjun di Indonesia yang Dikenal Paling Horor, Berani Datang?

2. Air Terjun Madakaripura yang dikenal indah ini pun gak kalah mistis. Menurut warga sekitar, tersedia sosok harimau putih yang diakui sebagai penunggu air terjun di Pasuruan ini
10 Air Terjun di Indonesia yang Dikenal Paling Horor, Berani Datang?

3. Saat malam Jumat Kliwon, kerap terdengar nada gamelan Jawa yang sangat nyaring di Air Terjun Kedung Kayang, Magelang, Jawa Tengah
10 Air Terjun di Indonesia yang Dikenal Paling Horor, Berani Datang?

4. Air Terjun Sri Gethuk terhitung mempunyai cerita seram. Wisata di Yogyakarta ini dihuni raja siluman bernama Anggo Menduro bersama jin-jin lainnya
10 Air Terjun di Indonesia yang Dikenal Paling Horor, Berani Datang?

5. Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu, dikenal angker bersama penampakan Kyai Baladewa dan kuntilanak. Patung ular di sini pertanda perbatasan bersama dimensi lain

Misteri Gunung Lawu Yang Kian Angker

Misteri Gunung Lawu Yang Kian Angker

Rahasia Gunung Lawu berhantu bertambah diperkuat oleh kedatangan Pasar Setan, suatu pasar tidak kasat mata yang terletak di rute Candi Cetho, lereng Gunung Lawu.

Rahasia Gunung Lawu berhantu sudah jadi dongeng yang mendampingi tiap pemanjat yang akan menaiki Gunung Lawu. Tetapi sampai saat ini sedang pula belum ditemu muaranya kenapa dapat gunung ini populer berhantu serta penuh dengan kisah- kisah misterius.

Cerita berasal dari era berakhirnya kerajaan Majapahit, ialah pada tahun 1400 Meter. Kala itu, orang yang mendiami bangku kerajaan merupakan Prabu Bhrawijaya V, dia merupakan raja terakhir dari kerajaan Majapahit.

Pendek narasi, dikala Raden Fatah merambah umur berusia, nyatanya Raden Fatah melekap agama Islam, beliau membelot dari agama si papa yang berkeyakinan Budha. Berbarengan dengan meredupnya kerajaan Majapahit, Raden Fatah juga mendirikan kerajaan Demak yang berfokus di Glagah Harum, saat ini lebih diketahui Alun- Alun Demak. Realitas yang membuat Prabu Bhrawijaya V merasa gundah.

Pada sesuatu malam, Prabu Bhrawijaya V bersemedi, dalam semedinya, dia memperoleh petunjuk yang berkata kalau kerajaan Majapahit hendak memudar serta sinar berpindah ke kerajaan buah hatinya, ialah kerajaan Demak. Sedetik itu pula Prabu Bhrawijaya V meninggalkan kerajaan Majapahit, mengarah Gunung Lawu buat berasing.

Sedetik sehabis meninggalkan kerajaannya, saat sebelum naik ke Gunung Lawu, Prabu Bhrawijaya V berjumpa dengan 2 orang pengikutnya, kepala desa dari area kerajaan Majapahit, tiap- tiap dari mereka merupakan Dipa Menggala serta Wangsa Menggala.

Sebab mereka berdua tidak sampai hati memandang Prabu Bhrawijaya V berjalan seorang diri, mereka juga turut menemani Prabu Bhrawijaya V naik ke pucuk Gunung Lawu.

Sehabis hingga di pucuk Hargo Dalem, Prabu Bhrawijaya V mengatakan pada 2 pengikut setianya. Berakhir melafalkan perkataan itu, Prabu Bhrawijaya V juga lenyap. Sampai saat ini, badan dia tidak sempat ditemui oleh siapa juga.