Misteri Hilangnya Penjaga Kapal di Sampit

Warga Dusun Berhasil Kelapa, Kecamatan Mentaya Ambang Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mencari seseorang pengawal kapal bernama Nyaman( 30) yang lenyap dikala kapalnya bertumpu di Bengawan Mentaya.

” Warga belum membenarkan apakah korban karam ataupun semacam apa, sebab tidak terdapat saksi yang memandang ia jatuh ke bengawan. Tetapi, pencarian memanglah dicoba di bengawan,” tutur Camat Mentaya Ambang Selatan Muhammad Huzaifah, di Sampit, Senin( 19 atau 3 atau 2018).

Bagi data, Nyaman tidur di kapal bersama 2 rekannya, ialah Supriansyah serta Saub. Kapal pengangkut ikan berdimensi lagi itu bertumpu di Dusun Berhasil Kelapa, Kecamatan Mentaya Ambang Selatan.

Dekat jam 03. 00 Wib, salah satu kawan mereka tersadar serta sedang memandang Nyaman lagi tertidur. Tetapi, dikala mereka bangun dekat jam 04. 00 Wib, Nyaman telah tidak terdapat lagi di kapal.

Supriansyah serta Saub mencari Nyaman, tetapi tidak pula ditemui. Mereka setelah itu naik ke bumi serta mencari ke beberapa tempat, tetapi Nyaman belum pula ditemui.

Masyarakat Sisir Sungai

Beberapa masyarakat setelah itu berinisiatif melaksanakan pencarian di bengawan dengan menelusuri perairan di area itu memakai kelotok ataupun perahu konvensional. Polisi yang menemukan informasi itu pula tiba ke posisi melaksanakan pencarian bersama masyarakat.

” Data dari orang tuanya, ia( Nyaman) itu memanglah tidak dapat berenang. Sebab itu pencarian itu pula dicoba di bengawan, tetapi belum terdapat hasil,” tutur Huzaifah begitu juga dikutip Antara.

Pihak keluarga berambisi Nyaman lekas ditemui, apa juga keadaannya. Beberapa posisi yang kerap dikunjungi Nyaman pula ditilik dengan impian Nyaman ditemui.

Sampai informasi ini terbuat Senin petang, Nyaman belum pula ditemui. Polisi bersama masyarakat sedang melaksanakan pencarian di bengawan dekat tempat kapal yang dinaiki Nyaman bertumpu.

Pencarian dicoba dengan menelusuri sisi- sisi bengawan berspekulasi arus bengawan bila Nyaman memanglah jatuh ke bengawan. Regu wajib bertugas keras, mengenang Bengawan Mentaya lumayan luas, dalam, serta arusnya lumayan kencang.