Wisata Misteri Yang Ikonik Terbaru 2020

Wisata Misteri Yang Ikonik Terbaru 2020

Bukit Kelam jadi objek wisata ikonik di Sintang, Kalimantan Barat. Menariknya, bukit ini bukan berasal dari tanah, melainkan berasal dari batu besar. Dinamakan kelam pun dikarenakan batu selanjutnya berwarna hitam kelam.

Bukit yang berjarak kurang lebih 23 km berasal dari pusat Kabupaten Sintang ini mampu ditempuh kurang lebih 30-40 menit hingga ke kaki bukit. Di sepanjang perjalanan, traveler bakal disuguhkan bersama pemandangan alam di kiri dan kanan layaknya kebun sawit, pisang, dan karet.

Akses jalur menuju kaki bukit ini terbilang amat baik bersama dilapisi aspal. Namun, jalanan yang naik turun layaknya lewati bukit mengakibatkan pengendara kudu hati-hati. Dari cerita yang beredar, konon bukit selanjutnya dilingkupi bermacam kisah misteri.

Menurut Ketua Adat di Desa Kebong, Kabupaten Sintang, Karen Ayo (76) Bukit Kelam adalah batu yang di angkat oleh pemuda Dayak bernama Bujang Beji.Tujuannya pendekar raksasa ini menginginkan menutup persimpangan pada Sungai Kapuas dan Melawi.

“Jadi sebenarnya Bujang Beji ini raksasa, dikarenakan zaman dulu juga kan ukuran badannya lebih besar berasal dari kita-kira sekarang ini, Jadi niatnya itu ambil batu besar ini membuat nutup simpang Sungai Kapuas dan Melawi. Pas dia rela bawa ke sana hanya di perjalanan putus lah talinya, berasal dari ikatan ilalang tadi tuh. Terus jatuh lah di sini, kelanjutannya jadi bukit kelam,” ujarnya

“Saat jatuh, Bujang Beji ini rela mengangkat lagi, tetapi nggak bisa. Dicongkel bagaimana pun juga nggak bisa. Begitulah cerita orang tua soal bukit kelam ini, ” tambahnya.

Ada juga yang menjelaskan bahwa Bukit Kelam adalah meteor yang jatuh ke bumi terhadap era lalu. Hal itu juga dimungkinkan dikarenakan terdapatnya batu bersama wujud yang lebih kecil di tempat sekeliling kaki bukit kelam.

Terlepas berasal dari segala mitos dan kisah misteri, tidak sedikit traveler yang naik ke puncak Bukit Kelam. Dalam perjalanan menuju puncak, traveler bakal disuguhi pemandangan indah khas hutan Kalimantan.

Untuk mendaki hingga puncak bagi yang belum terbiasa butuh saat 3-4 jam. Dengan kemiringan hingga 15-40 derajat maka dibuatkan tangga besi untuk mempermudah pendakian.

“Kalau jalannya berasal dari bawah ke puncaknya, ada jalur setapak semacam tangga. Kekuatan tangganya itu boleh juga lah. Sampai sekarang tetap utuh tangganya. Kalau di atas sana itu sebenarnya alam rimba lah, hingga sekarang ini tetap dilestarikan alamnya,” ujar Panji, keliru seorang warga Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai.

“Kami sebagai warga bukit kelam ini terasa bangga lah, punyai bukit kelam yang berbatu. Katanya terbesar sedunia. Makanya banyak juga turis-turis sedunia yang singgah ke sini,” tambahnya.

Selain itu, di tempat kaki bukit yang tetap didalam kawasan Desa Kebong, terdapat spot foto Instagramable. Bukit Kelam sebenarnya keliru satu berasal dari anggota cagar budaya milik Kabupaten Sintang. Selain hutan rimba, menurut warga sekitar, terdapat pula sumber mata air yang konon tak dulu habis meski kemarau.

Salah satu pemanfaatannya, air bersih selanjutnya diambil alih untuk dijadikan bisnis air minum didalam kemasan. Dibantu bersama dana desa, air mineral kemasan ini baru tahun ini berjalan, dibentuk BUMDes untuk dikelola warga kurang lebih sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian lewat sumber kekuatan alam yang ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *