Cerita Misteri Pohon Ketos Yang Bikin Geger

Cerita Misteri Pohon Ketos Yang Bikin Geger

Di Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, terkandung sebuah pohon ketos tua yang mempunyai kisah misteri. Pasalnya, Bandar Taruhan pohon berikut dipercayai sebagai tempat kerajaan tuyul.

Bagi lebih dari satu orang, pohon berikut diakui biasa. Tapi bagi lebih dari satu lainnya, pohon tua itu dipercayai merupakan kerajaan tuyul. Mitos kerajaan tuyul di pohon tua berusia kurang lebih 800 th. itu telah tersebar ke beragam wilayah.

Dusun Mbero berjarak 12 km dari pusat Kota Klaten, Jawa Tengah, bersama akses jalur yang cukup sempit. Pohon ketos tua di Mbero, Palar, Trucuk, Klaten, sangat tersohor di dunia klenik. Pohon ketos itu dikekelingi tembok tua yang dijaga seorang juru kunci.

Masyarakat percaya pohon ketos itu jelmaan Eyang Bhando, yang merupakan cucu Prabu Jayabaya yang mempunyai Kerajaan Kediri menuju masa kejayaan. Ada sejumlah mitos yang dipercayai warga kurang lebih tentang pohon ketos tersebut. Salah satunya yaitu pohon itu tidak dapat dibakar.

“Itu [pohon ketos] tidak kena api. Tidak terbakar,” kata Parto, eks juru kunci pohon ketos.

Baca Juga: Cerita Mistis Pengusaha Peti Jenazah di Yogyakarta, Sering Mengalami Kejanggalan

Pohon ketos keramat itu sering didatangi warga tiap-tiap Jumat atau Sabtu. Peziarah bahkan berasal dari luar kota layaknya Banten, Cirebon, hingga Jakarta. Mereka singgah untuk melacak berkah dengan sebutan lain pesugihan. Para peziarah yang singgah wajib melapor kepada juru kunci jika dambakan mendekati pohon keramat itu.

Parto menjelaskan, peziarah yang dambakan melacak berkah dari pohon ketos itu wajib memenuhi lebih dari satu persyaratan.

Baca Juga: Cerita Mistis Gong Senen Jepara, Dipercaya Dapat Mendatangkan Bencana

“Kalau rela minta perewangan tersedia syaratnya. Yang tersedia di tempat tinggal ngasih sesaji sepanjang tujuh Jumat tiap-tiap malam Jumat berturut-turut. Sesajinya dapat pisang raja dua sisir, enteng-enteng brondong, bunga setaman, teh manis dua gelas, rokok dua batang, getok lantas madat itu tiap malam jumat berturut-turut,” sambung Parto.

Peziarah yang singgah dilarang menuai daun pohon. Bahkan, warga kurang lebih terhitung tidak berani menuai daun pohon ketos sembarangan tanpa izin juru kunci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *