Kisah Misteri 2020 Gunung Talang Terseram

Kisah Misteri 2020 Gunung Talang Terseram

Kota Semarang ternyata pernah mempunyai padepokan silat yang lumayan masyhur pada tahun 90an. Padepokan silat Gunung Talang, yang terdapat di bukit Gunung Talang, Kelurahan Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur ini, dulunya sempat menjadi basecamp atlet dan seluruh perguruan pencak silat di Kota Semarang pada tahun 1990-an.

Padepokan Gunung Talang yang disebut sisa area berlatih pencak silat itu pas ini telah dibiarkan. Sesudah padepokan tidak pakai, Kanjengan menjadi tidak tertangani. Kayu melapuk, dedaunan, dahan dan tanaman liar penuhi ruang bangunan. Tumbuhan akar gantung menaikkan kesan-kesan mistis serta diakui penduduk seputar banyak penghuni gaib yang tinggal dalam area itu.

Menurut narasi yang tampil di warga, padepokan itu di huni banyak makhluk astral yang tidak kasat mata. Pemimpinnya ialah makhluk halus yang berwujud ular. Jadi orang yang lumayan lama tinggal di seputar padepokan, pasti saja narasi misteri mengenai keangkeran Padepokan itu telah menjadi makanan tiap tiap hari.

Dinas Kebersihan serta Pertamanan Sudarsono menjelaskan, kerap berlangsung perstiwa mistik di Kanjengan. Karena dahulunya pernah dipakai menjadi area semedi. Penampakan makhluk astral menjadi bahan pembicaraan warga ditempat. Bukan hanya Kembali kenang Kanjengan di Gunung Talang itu.

“Tiga kera putih kerap tampil di padepokan,” katanya.

Salah satau penduduk seputar yang malas disebut namanya bercerita pas kecilnya pada pas bermain ke padepokan. Maksudnya tidak lain hanya untuk merasai atmosfer keseramannya.

Jujur kalau saya sendiri tidak pernah bergesekan dengan penghuni padepokan, namun tetangga saya banyak yang membawa pengalaman ghaib. Mbah Tris contohnya, menjadi tetua kampung banyak pengalaman ghaib yang telah ia rasakan, diantaranya meraih sepasang batu merah delima yang tidak bisa dipisah. Disamping itu ada tetangga saya namanya Tata, ia kerasukan penunggu padepokan Gunung Talang,” kisahnya.

Saya tetap ingat benar pas Tata kerasukan, pas itu setelah magrib penduduk di gegerkan dengan seorang penduduk kampung yang kesurupan. Waktu kesurupan itu figur di badan Tata akui menjadi Ratu penghuni Padepokan Gunung Talang, penghuni gaib itu tidak menerima tempatnya diobrak abrik,” sambungnya sambil mengingat ulang insiden seram yang menerpa tetangganya.

Menurut dia, banyak penduduk yang menghubung-hubungkan insiden gaib itu ada interaksi dengan acara Dunia Lain, gara-gara sebagian pas sebelum saat kesurupan itu padepokan itu digunakan untuk Uji nyali. Masyarakat beranggapan kalau penghuni padepokan itu tidak menerima tempatnya diobrak abrik oleh team uji nyali.

Untuk keluarkan figur ghaib berasal dari badan Tata sangat ada problem faktanya sebagian pemuka agama di kampung itu gagal mengeluarkannya berasal dari badan Tata. Perlu pas berjam-jam untuk keluarkan makhluk itu berasal dari badan Tata. Disamping itu penduduk di lebih kurang padepokan gunung talang seringkali “diliatin” makhluk halus layaknya pohon yang berubah menjadi pocong, atau dikejar makhluk halus berwujud api (orang jawa seringkali menyebutkan dengan Banaspati).

Sebab berkesan sepi serta singup gara-gara itu padepokan seringkali jadikan menjadi area memadu kasih.Walau sebenarnya menurut kesaksian warga seputar padepokan, dahulu pas ada insiden yang menghebohkan masyarakat. Disuatu pagi seorang pelacak tangkai kayu temukan sepasang kekasih yang wafat di padepokan.

Urutan wafat pasangan itu tetap bersetubuh serta (maaf) alat kelamin berasal dari keduanya gantet (gancet) tidak bisa dipisah,” katanya.

Sekarang pengaturan wilayah Kanjengan tetap berwujud wawasan. Sampah berantakan serta bangunan nyaris rubuh menjadi panorama, peninggalan Pendapa Kabupaten Semarang. Gagasannya, wilayah Kanjengan bakal dibuatkan ruang jogging, area parkir, mushola, kamar mandi dan gardu pandang,” jelas Sudarsono di kantor kelurahan. Tetapi hingga saat ini belumlah ada tindak lanjut berasal dari dinas berkaitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *