Misteri Telaga Ngebel Ponorogo yang Bikin Geleng-Geleng

Di Ponorogo tidak hanya reog yang punya cerita mistis. Telaga Ngebel juga punya cerita yang menarik untuk disimak. Misalnya tentang Asal Usul Telaga Ngebel versi cerita tutur.

Menurut cerita sebagaimana dikutip dari Misteri, Fakta dan Fenomena, pada zaman dahulu ada soerang bernama Patih Bantarangin yang ingin memiliki kekuatan seperti Patih Gajah Mada.

Atas petunjuk para dewa, dia diperintahkan untuk bersemedi di Gunung Wilis, dan dewa juga menyarankan untuk mengubah tubuhnya menjadi naga dan berdiam di gua supaya tidak dimakan binatang buas. Dia pun berubah menjadi naga, dan berdiam di gua selama bertahun-tahun.

Kemudian ketika masyarakat mencari buruan binatang untuk acara pesta di desanya. Mereka beristirahat dalam gua yang berisi Naga Patih Bantarangin. Maka, terkejutlah mereka melihat sesosok naga raksasa, merekapun langsung berbondong-bondong menangkapnya dan menyembelihnya.

Saat mau disembelih tiba-tiba naga tersebut berubah jadi manusia. Sang nagapun menancapkan sebuah lidi dan berpesan, bagi siapapun yang mampu mencabut lidi ini maka dia bersedia berubah jadi naga dan membiarkan warga makan tubuhnya.

Anehnya tiada satupun warga yang mempu mencabutnya, sang nagapun mencabutnya sendiri dan muncullah sumber air yang terus menggenanginya hingga akhirnya menjadi Telaga Ngebel.

Selain itu, di sana juga kerap terdengar suara misterius pada malam hari. Seperti suara gemuruh disertai dengan getaran tanah. Fenomena ini terjadi sejak 2011, dan terkadang masih terjadi hingga sekarang.

Suara ini membuat warga semakin resah jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut BMKG suara itu diperkirakan dari pergerakan geologi tanah di daerah tersebut.

Ada juga seseorang yang menduganya sebagai ulah ular naga raksasa penunggu Ngebel. Hingga sekarang fenomena ini masih misterius dan belum terungkap penyebabnya,

Cerita berikutnya, dulu sebelum dibangun PLTA, ada nelayan yang mengaku melihat makhluk raksasa yang menyerupai seekor belut, saking besarnya belut itu hampir menenggelamkan perahunya akibat gelombang yang dihasilkannya.

Belut ini diperkirakan sudah lama ada di sini dan menjadi predator karena mendapatkan banyak makanan dari ikan kecil di telaga.

Namun, sekarang belut ini sudah jarang menampakkan diri, mungkin karena pembangunan PLTA yang menggunakan dinamit sehingga getaran dan radiasinya membuat belut raksasa itu mati.

Lalu ada juga larangan di Telaga Ngebel. Karena telaga itu dikenal angker, pengunjung harus menjaga tingkah laku dan tutur kata supaya penunggu gaib tempat ini tidak marah. Untuk itu, membuang ludah di danau Ngebel adalah hal yang memicu kemarahan penunggu Ngebel.

Bisa-bisa pengunjung tidak akan pulang dengan selamat atau akan mengalami nasib sial dalam waktu dekat. Ada baiknya kita menghormati makhluk lain disana karena kita hidup berdampingan dengan makhluk tak kasat mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *