Kisah Misteri Prihatin Karena Tidur Keranda 2020

Kisah Misteri Prihatin Karena Tidur Keranda 2020

MUKIDI (bukan nama sebenrnya) tak mempunyai pekerjaan tetap. Guna isi waktu, ia melacak orang pandai (yang membawa kelebihan indra keenamnya), hampir di wilayah Yogya ia pernah kunjungi. Walau ia cuma pengin nambah pengalaman, menurutnya banyak hal yang menyenangkan.
Dalam petualangannya ditemukan seorang Paranormal yang banyak tamunya. Ia pun kerasan disitu, dikarenakan seringnya ia berada disitu sehingga Mbah Rono si Paranormal pun memperbolehkan, dikarenakan sesungguhnya Mukidi dikenal baik, dan mudah tenaga.
Bahkan tak enggan ia menunjang membuatkan minum atau bantu-bantu apa saja yang dapat dikerjakan. Pada waktunya makan pun ia dapat ikut makan disitu. Keluarga Mbah Rono bahagia bersama keberadaan Mukidi disitu, dikarenakan sesungguhnya tidak malas, berkenan mengerjakan kerepotan yang ada.

Mukidi sering tidur ditempat Mbah Rono, dikarenakan yang minta keluarga Mbah Rono sendiri. Tidurnya pun dimana-mana, dikarenakan sesungguhnya rumahnya besar, banyak daerah dapat dipergunakan untuk tidur. Namun Mukidi sering tidur di langgar, dikarenakan dapat bangun pagi, ada lebih dari satu tetangga jika pagi sembahyang Subuh di situ.
Suatu pagi, keluarga Mbah Rono bingung, dikarenakan Mukidi tak terlihat batang hidungnya, semua ruangan juga langgar dicari nggak ketemu. Akhirnya putra mbarep Mbah Rono menceritakan kepada Bapaknya.
“O, cobalah dicari di makam!” pinta Mbahnya. Ketika putranya hendak bertanya, “Cari dahulu, nanti aku ceritakan. Serta merta dicarinya di makam. Karena sesungguhnya di belakang rumah Mbah Rono ada sebuah makam yang tidak amat besar, dan kebanyakan yang dimakamkan disitu adalah keluarga besar Mbah Rono.

Benar, ternyata Mukidi tidur pulas di keranda jenazah, dan dikala dibangunkan ia bingung. “Kenapa aku dapat tidur disini?” tanyanya heran.
Untung Mukidi tidak penakut dan ia mempunyai pengalaman hal-hal begitu sering dijalani.
Setelah menghadap Mbah Rono, Mukidi minta maaf. “Maaf Mbah, dikarenakan aku mendengar cerita Mbah terhadap tamu semalam, aku pun langsung tidur di bawah pohon Preh di dalam makam.”
Mbah Rono tersenyum, “Lain kali bertanya dulu, dikarenakan jika hendak tidur disana kudu ada syarat-syaratnya. Jangan asal tidur. Supaya tidak dipindah tidurnya.”
Mukidi cuma mengangguk, ia menjadi bersalah.
“Nggak apa-apa, Simbah bahagia kok, jika berkenan prihatin biar nanti Simbah ajarkan,” tukas Mbah Rono. Dan Mukidi pun tersenyum senang.