Kisah Misteri yang Pernah Terjadi di Gunung Gede Pangrango

Menaiki gunung merupakan style hidup angkatan milenial. Kegiatan menaiki gunung dapat jadi aktivitas yang mengasyikkan serta buat ketagihan. Tidak hanya menyehatkan tubuh, menaiki gunung pula jadi refreshing bikin banyak orang yang terperangkap tradisi serta mau sejenak kembali ke alam. Tidak bingung, gunung- gunung senantiasa dipenuhi pemanjat dikala akhir minggu paling utama liburan long hari libur. Astaga dapat macet tuh gunung.

Salah satu gunung kesukaan pemanjat dari Jabodetabek merupakan Gunung Besar Pangrango. Posisi yang dekat serta ajang yang tidak sangat berat buat gunung ini jadi kesukaan para pemanjat. Tetapi di balik keindahannya, Gunung Besar Pangrango memiliki banyak cerita misterius yang dirasakan oleh pemanjat gunung. Kali ini Hipwee Travel ingin merangkum kisah- kisah rahasia yang terjalin di Gunung Besar Pangrango. Ayo ikuti cerita seramnya!

Cerita awal, kaum pemanjat diiringi oleh hantu gelap besar dikala menaiki Gunung Besar Pangrango di tahun 2012 silam

Cerita, ada kaum dari Jogja kehujanan dikala menaiki gunung Besar Pangrango. Sebab telah petang hari, mereka juga kesimpulannya menginap di Pos Kandang Batu. Tempat yang dipakai buat rehat itu kayaknya tidak apik. 2 orang dari mereka merasa terdapat bayang- bayang yang melintas di balik pondok semacam terdapat yang memantau mereka dari dalam hutan.

Salah satu dari kaum itu bernama Sabda, ia anak indigo sekalian sangat giat ibadah. Sabda pada malam itu berhati- hati di depan sembari bersila. Beliau tidak henti- hentinya membaca. Tetapi seketika Sabda bungkam serta cuma suara serangga yang terdengar di hutan itu. Kala Sabda dijamah oleh temannya yang lain, nyatanya beliau roboh ke tanah. Khawatir terjalin apa- apa, mereka lekas membopong Sabda ke pondok. Tetapi seketika Sabda menggerenyotkan bibir serta mengatakan,” Kamu janganlah macam- macam. Di mari tempatku!” Kemudian Sabda pingsan.

Sehabis kembali Sabda juga menceritakan jika mereka telah diiringi hantu dengan wujud gelap besar. Dikala mereka memasak serta makan malam, hantu itu berdiri didekat tungku di tepi hutan. Sabda luang dibawa ke kerajaan ghaib serta dimohon tolak bala tetapi Sabda menolaknya. Hii serem sangat sih peristiwa ini.

Demikian ini repotnya jika ngajakin wanita yang lagi dapet naik gunung. Dapat diusik serupa insan pengawal gunung loh!

Dari 7 orang pemanjat, 2 di antara lain lagi hadapi datang bulan dikala menaiki gunung. Umumnya memanglah wanita yang lagi dapet hendaknya tidak naik gunung dahulu sebab rentan diusik insan ghaib. Banyak keajaiban yang dirasakan mereka serta tidak hanya satu 2 orang yang menemukan pengalaman ghaib. Salah seseorang pemanjat bernama Umar mengikuti suara perempuan tersimpul. Tidak hanya Umar, pimpinan rombongannya pula memandang sesosok besar besar di balik tumbuhan dengan mata merah menyala.

Jumlah kaum yang abnormal, 7 orang, 2 pemanjat datang bulan, serta malam Jumat, merupakan sebagian alibi mengapa mereka banyak diusik malam itu. Terlebih mereka senantiasa menaiki dikala malam datang. Dikala menyudahi sejenak juga, Umar yang lagi memandang ke atas pula memandang kuntilanak melambung. Walaupun khawatir, beliau tidak ingin berikan ketahui sahabatnya supaya mereka tidak belingsatan. Umar juga berpaling ke sisi, sialnya terdapat mata merah yang timbul dari semak- semak hutan. Serem sangat‘ kan?

Temannya yang berjalan di balik seketika beralih ke depan seakan kekhawatiran. Saat ini Umar yang terletak sangat balik. Dari balik terdapat yang tertawa- tawa serta terdapat hembusan napas. Beliau amat kekhawatiran dikala berdiri di balik. Sebab telah hingga pos, mereka lekas mendirikan kamp sebab kekhawatiran hendak teror insan lembut malam itu.

Pemanjat ini berjumpa kuntilanak di Gunung Besar. Duh, sial sangat sih…

Ucap saja namanya Heru. Ia menaiki gunung bersama abang serta 5 temannya. Saking tidak sabarnya ingin menaiki, mereka mulai pendakian jam 00. 00 Wib tengah malam. Di tengah ekspedisi mereka berjumpa kaum babi hutan. Di gunung memanglah tidak bisa meringik. Terus menjadi meringik, umumnya hendak hadapi peristiwa yang tidak mengasyikkan. Tercantum golongan pemanjat yang satu ini. Sehabis mereka meringik, jalanan juga seolah diputari kesekian kali.

Sewaktu turun gunung, Heru berjalan membungkuk supaya tidak sangat terasa capeknya. Tetapi kala beliau memandang ke depan, tidak terencana beliau melihat kuntilanak putih melayang. Kuntilanak itu melayang melampaui Heru. Tidak hingga di sana saja, nyatanya insan astral itu menjajaki Heru serta lalu melambung di atasnya. Ia mengetahuinya sehabis seketika tasnya terasa kian berat walaupun isinya tidak sangat banyak. Sebab Heru tidak dapat kabur sebab tasnya yang kian berat, jadi Heru hanya bungkam serta tidak bilang ke yang lain mengenai timbulnya kuntilanak itu. Menjelang pos selanjutnya, kuntilanak itu lenyap. Ngeri sangat nih!